ketika
memandang langit mendung di senja hari ini, batinku sedikit tersentak seperti
ada yang berkata 'kita semua manusia hidup dibawah langit yang sama' hal ini
sedikit membuat hatiku sedih melihat kenyataan disekitarku. pemandangan pasar
yang padat akan manusia namun belum juga cukup untuk memberi senyum pada mereka
yang mencari penghasilan. entah itu demi diri mereka sendiri atau keluarga
mereka. sejenak kubayangkan jika saja aku dalam posisi orang-orang ini. akupun
pasti akan tetap berjuang semampunya, terus menggapai kehidupan. tapi,balik
lagi, apakah ini sepenuhnya adilkah? beberapa dari mereka pasti tidak
menginginkan hal seperti ini. beberapa dari mereka pasti menginginkan hidup
yang lebih baik lagi. dan beberapanya lagi pasti bercita-cita melihat anak
mereka bisa sukses. lagipula impian semua orang tua itu sama bukan? rasanya aku
ingin memborong semua jualan diluar sana. tapi itupun mustahil bukan? apapun
hal yang seperti itu tidak akan berhasil. berpikir mengenai kesejahteraan
mereka kondisi ekonomi negara inipun tak jua lolos dari pemikiran rumit nan
aneh diriku. rumit bukan? ataukah karna aku bukan seorang yang ahli ekonomi
atau seseorang yang berkecimpung dalam bidang itu, segala hal terlihat serba
salah. berharap pemerintah mampu membawa negara ini bisa maju menjadi lebih
baik lagi. tidak ! kita tahu hal itupun tidak cukup. bukan saja kesadaran yang
kita butuhkan sekarang namun suatu pembuktian. pembuktian untuk melihat dunia
bisa lebih baik lagi. bukan saja para pemerintah yang harus menjadi kambing
hitam atas kelalaian mereka sendiri, namun semua orang di negeri ini semestinya
merasa bersalah. berpikirlah apa yang telah kita lakukan bagi negara ini,
apakah dengan menonton berita di televisi memberikan sedikit komentar begini
lebih baik, menteri ini tidak baik. apa yang kita lakukan sebernanya? selama
ini kita hanya menjadi penonton diri kita sendiri. melihat kesakitan negeri
ini. dan siapakah kita ini? kita adalah negeri ini. masa depan negara
ini ada ditangan kita bukan ditangan pemerintah di atas sana. tak perlu
menuntut terlalu banyak. lakukanlah lebih banyak. memberilah
lebih banyak. bangunlah lebih banyak. bantulah lebih banyak. aku tak mau
memenuhi kalimat-kalimatku dengan kata JIKA tapi jika setiap orang dari kita
mau memandang sesama kita, saling memberi uluran tangan. bukan saja rasa syukur
yang kita dapat, tapi kedamaian.
# to be continued...
Comments
Post a Comment