Putih... Polos sapaan dari si layar putih kosong, menggoda untuk dituliskan, walau aku tlah kehabisan inspirasi untuk menulis sesuatu., pada akhirnya hanya membiarkan jariku bergerak sesukanya, entah menggambarkan suasana tak berujung atau menyalahkan situasi. Dikala perasaan terikat oleh kisah tanpa akhir. Menghabiskan ribuan memori yang tak pernah terjadi. Rentetan kisah yang bukan masa lalu dan bukan masa depan, terdiam menunggu sesuatu yang takkan pernah datang. Membayar kesunyian dengan kekeraskepalaan berteman dengan ketenangan dan menyapa ketegaran. Ku terduduk sunyi di tengah lambaian angin dingin seakan menguji es yang tak mungkin meleleh. Tersenyum menyapa sang angin membisikan luka, menitipkan tawa yang kan tersimpan selamanya. Sang tawa yang berawal dengan 'karna' dan berakhir dengan 'untuk'. Untuk dia seseorang yang tak pernah tahu itu..