Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2013

Putih...

Putih... Polos sapaan dari si layar putih kosong, menggoda untuk dituliskan,  walau aku tlah kehabisan inspirasi untuk menulis sesuatu.,  pada akhirnya hanya membiarkan jariku bergerak sesukanya, entah menggambarkan suasana tak berujung atau menyalahkan situasi. Dikala perasaan terikat oleh kisah tanpa akhir.   Menghabiskan ribuan memori yang tak pernah terjadi.  Rentetan kisah yang bukan masa lalu dan bukan masa depan, terdiam menunggu sesuatu yang takkan pernah datang. Membayar kesunyian dengan kekeraskepalaan berteman dengan ketenangan dan menyapa ketegaran.  Ku terduduk sunyi di tengah lambaian angin dingin seakan menguji es yang tak mungkin meleleh. Tersenyum menyapa sang angin membisikan luka, menitipkan tawa yang kan tersimpan selamanya.  Sang tawa yang berawal dengan 'karna' dan berakhir dengan 'untuk'.  Untuk dia seseorang yang tak pernah tahu itu..

Hijau Sumber daya kita

Satu hari lagi dan kita akan melangkah di tahun yang baru, atau boleh dikata kurang lebih 26 jam dari sekarang kita harus mengucapkan salam berpisah pada tahun 2013 yang luar biasa dan mengecap tahun 2014 si penuh petualangan yang menunggu. melangkah ditahun yang baru berarti memulai suatu awal yang baru bukan? itupun harus dimulai dengan suatu pemikiran baru tentunya, seperti salah satu pemikiran yang sudah lama menggantung dikepalaku..'hijau' ! Hijaunya si negeri Indonesia, negara yang kaya sekaligus negara berkembang, dimana kemiskinan masih saja menjadi topik yang tak asing, dan pengangguran adalah salah satu pemandangan yang biasa dan menyebalkan -_- .  Lalu bagaimana hal itu bisa berhubungan dengan topik hijau di atas? hijau sesuai dengan julukannya ‘zamrud khatulistiwa’   sebuah negara megabiodiversity, memiliki sumberdaya alam yang kaya. tak perlu dijelaskan lebih lagi karena kukira semua orangpun sudah bosan dengan salahsatu kenyataan membosankan itu (eh ? not...

Tulisan

Seperti sebuah potret pemandangan langit-langit itu, begitu juga tulisanku... Sebegitu indahnya pun itu, takkan pernah sebanding dengan gambaran yang ku lihat langsung menggunakan mataku sendiri. Menggemari langit sudah menjadi salahsatu hobby anehku beberapa waktu ini, entah karena itu begitu menenangkan ataupun meengingatkanku pada seseorang, mengabadikannya dalam beberapa jepretan cukup membuatku senang. Sayangnya akupun harus menyadari seberapa indahnya langit yang kujepret tak pernah sebanding dengan pemandangan yang awalnya bisa kulihat dengan mataku sendiri. Yeah kenyataan yang samapun berlaku untuk semua tulisan yang kutuliskan, seberapa indahnya itu, dia pun tak kan cukup untuk menggambarkan isi hatiku seluruhnya. seperti perasaanku yang terus hadir, bersemayam dalam hatiku  takkan pernah cukup menyiratkannya dalam beberapa kumpulan kalimat yang kutulis. Orang lain bisa saja berkata omong kosong, ataupun menganggap itu sebagai kata-kata puitis kosong. hehe...

Batu dan Sangihe

Melihat satu gambar batu di atas mengingatkanku pada batu-batu koleksiku yang tlah hilang (di buang mama secara tak sengaja, mungkin!) . mengumpulkan batu-batu yang unik memang sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, memilih dan menyimpan batu yang kusuka maupun kudapat, saking parahnya  dulu batu sering kupakai sebagai jimat keberuntungan. haha hanya pemikiran anak kecil yang suka batu aneh, hingga beranjak SMP pun kebiasaan ini tak putus juga, bukan dengan menjadikan dia jimat tapi, kebiasaan mengkoleksi batu ini semakin bertambah. bayangkan saja pecahan batu dari jalan rayapun(aspal) kuambil dan disimpan dirumah, xD tak bercanda, tapi lapisan yang terbentuk akibat senyawa aspal itu memang agak menarik untuk anak awam sepertiku waktu itu. Dan sekarang ? kesukaanku agaknya bertambah. ceritanya 2 tahun silam kami sekeluarga bersama rombongan besar rukun Lombotari pulang ke kampung halaman orang tuaku di pulau Sangihe, memakan waktu perjalanan dengan kapal laut selama kurang l...