Terdengar deru sang hujan,
menambah setiap frekuensi
butiran airnya tuk jatuh ke bumi
Sengaja
menutup sinar sang rembulan,
menutup
sepi dengan tangisan sesaat langit dimalam ini
Mengakiri lagu perih tak terasa tersimpan jauh dalam
kebekuan hati
Bisakah
lebih lagi? Kita menangis bersama lagi ?
Hai
langit...
Apa
yang kau tangisi ?
Apa kau menangisi setiap butiran hujan itu?
Tidakkah
mereka pergi meninggalkanmu sendirian disana?
Tidakkah
kau merindukan mereka?
.
.
.
.
Ya.
Karena kau merindukan mereka...
Begitupun
aku yang merindukan butiran air hujanku
Comments
Post a Comment