Judul :
Pembuatan media dan sterilisasi
Waktu
/Tempat : Laboratorium
biologi FMIPA UNIMA pada tanggal 26 september 2012
Tujuan
:1.
Mengetahui cara membuat media pertumbuhan organisme
2. mengetahui jenis dan kegunaan media
3. mengetahui cara mensterilisasi media dan alat
1. Kajian teori singkat
Media
pembiakan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat
makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
Mkroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupaa molekul-molekul kecil yang
dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan
isolasi mikroorgamisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi
media pertumbuhanya. Bakteri memerlukan Nutrient atau mkanan untuk dapat
tumbuh. Nutient diartikan sebagai material kasar yang dibutuhkan untuk
membangun komponen sesular baru dan menghasilkan energi untuk proses-proses
dalam kehidupan sebuah mikroba (Dwiko saputro : 31)
Pertumbuhan
bakteri selain memerlukan nutrisi juga memerlukan pH yang tepat kebanyakan
bakteri tidak dapat tumbuh pada kondisi yang terlalu basah kecuali vibrio
chlolerae yang dapat hidup pada pH lebih
dari 8. Suhu juga merupakanvariabel yang perlu dikendalikan. Kelompok terbesar
yaitu mesofil suhu optimum untuk pertumbuhannya 20-40° c(Volk,1993)
Jenis
medium sangat bervariasi bergantung kepada apa yang dijadikan dasar penamaan.
Berdasarkan kepada bentuknya dikenal tiga macam medium, yaitu medium cair,
medium semi solid dan medium padat. Beda utama ketiga macam medium, yaitu ada
tidaknya bahan pemadat. Medium cair tidak menggunakan bahan pemadat. Medium
semi solid dan medium padat menggunakan bahan pemadat. Bahan pemadat dapat berupa
amilum, gelatin, selulosa, dan agar-agar. Agar-agar paling umum digunakan.
Jumlah bahan pemadat pada medium semi solid setengahnya dari medium padat.
Pada
medium padat jumlah agarnya 1,5% - 1,8%. Berdasarkan fungsi/sifatnya beberapa
macam medium, antara lain medium umum,
medium selektif dan medium diferensial. Berdasarkan komposisi kimianya,
dikenal medium alami, medium semi sintetik, dan medium sintetik. Perlu
sterilisasi terhadap medium dan alat-alat yang akan digunakan untuk kegiatan
prakatikum Mikrobiologi. Sterilisasi adalah suatu program untuk mematikan semua
organisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda. Pemilihan cara
sterilisasi didasarkan pada sifat bahan yang akan disterilkan. Cara sterilisasi
yang umum digunakan secara rutin di laboratorium Mikrobiologi ialah dengan
pemanasan. Bila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut
sterilisasi panas lembab, bila tanpa kelembaban disebut sterilisasi panas
kering atau sterilisasi kering.
2. Prosedur kerja :
a. Alat dan Bahan :
- Beaker glass
- Daging tanpa lemak
- Gelas ukur
- Akuades
- Batang pengaduk
- Tauge
- Tabung reaksi
- bacto pepton
- pH indikator /pH
meter
- Agar – agar
- Corong - NaCl
- Kertas saring
- Sukrosa
- Kapas
- Cawan petri
- Pembakar
- Autoklaf
b. Cara kerja:
1. Kaldu nutrisi agar
-
Buatlah ekstrak daging (daging 0,5 kg direbus dalam air 1000 ml hingga volume
air menjadi setengahnya atau direbus selam 1 – 2 jam).
-
Saring ekstrak daging dengan kertas saring, kemudian tambahkan akuades hingga
volume menjadi 1000 ml.
-
Masukkan pepton 10,0 g NaCl 5,0 g dan agar-agar 15,0 g kemudian panaskan
suspensi
tersebut hingga mendidih selam 15 menit dengan menggunakan magnetic stirer with
hotplate (221.03BI.J063).
-
Ukur pH, usahakan pH menjadi 6,8 – 7,3.
-
Buatlah agar diri dan agar miring dengan menggunakan tabung reaksi. Untuk agar
diri ke dalam tiap tabung isikan 12 – 15 ml suspensi agar dan untuk agar miring
ke dalam tiap tabung isikan 3 – 5 ml suspensi agar.
-
Tutup semua tabung reaksi dengan kapas sebaik mungkin, sterilkan semua tabung
dan cawan petri dengan menggunakan otoklaf selama 15 – 20 menit pada suhu
1210C.
-
Setelah disterilkan, untuk agar diri biarkan dalam keadaan tegak dan untuk agar
miring letakkan tabung dalam keadaan miring, biarkan sampai dingin.
2.
Tauge Agar
-
Buatlah ekstrak tauge (dari 100,0 g tauge digerus atau dihaluskan dan diambil
airnya), saring ekstrak dengan kertas saring kemudian tambahkan akuades hingga
volume menjadi 1000 ml.
-
Tambahkan sukrosa 60,0 g dan agar –agar 15,0 gram, panaskan suspensi sampai
mendidih selama 20 menit.
-
Masukkan suspensi ke dalam tabung reaksi masing-masing 12-15 ml untuk agar
diri.
-
Sterilkan dengan autoklaf selama 15-20 menit pada suhu 121oC.
3. Cara sterilisasi
-Mengisi air pada
otoklaf hingga dasar yang berlubang
tempat meletakkan materi yang disterilkan.
-Memasukkan medium atau
air ke dalam erlenmeyer.
- Menutup mulut tabung
dengan menggunakan kapas.
- Membungkus kapas
penutup tabung dengan menggunakan Aluminium foil
-Meletakkan tabung pada
Otoklaf kemudian menutup otoklaf dengan cara mengencangkan sekrup penutupnya,
kemudian memanaskan otoklaf diatas kompor hingga mencapai temperatur 121°C
selama 15-30 menit
- Mematikan kompor
kemudian menunggu hingga otoklaf dingin sebelum membuka penutup.
3. Hasil pengamatan:
|
|
||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|
||||||||||
|
|
||||||||||
4. Pembahasan
a.
Sterilisasi
Berdasarkan
praktikum yang dilakukan, alat – alat dan bahan yang akan digunakan dalam
praktikum harus benar – benar steril. Sterilisasi kering biasanya
dilakukan dengan pensterilan alat – alat praktikum. Gelas, pipet, cawan petri,
dan erlenmeyer yang sudah bersih disterilkan di dalam oven. Sterilisasi basah
biasanya dilakukan dengan pensterilan medium yang dimasukkan ke dalam
erlenmeyer kemudian memasukkan dalam autoklaf. Sterilisasi basah dapat
dilakukan dengan menggunakan air, yang dimanfaatkan adalah uap airnya dalam
proses sterilisasi. Dalam hal ini sterilisasi media dilakukan dengan jenis
sterilisasi basah.Sterilisasi basah dilakukan dengan autoclave pada
suhu 121 oC selama 15 menit.
b.
Nutrient Agar (NA)
Pada
media NA digunakan daging karena daging sebagai sumber vitamin B, mengandung
nitrogen organik, dan senyawanya karbon. NA adalah nutrient agar. Pembuatan
media nutrient agar berasaldari bahan ekstrak, daging 0,5 kg direbus dalam air
1000 ml hingga volume air menjadi setengahnya atau direbus selam 1 – 2 jam
disaring lalu ditambahkan aquades hingga menjadi 1000ml kemudian
dicampurkandengan pepton sebanyak pepton 10,0 g NaCl 5,0 g dan agar-agar 15,0 g.
Dipanaskan diatas hot plate hingga mendidih. Campuran ini selama dipanaskan
diaduk setelah itu diukur pHnya sesuai standarisasinya.media
adalah bahan-bahan yang terdiri dari zat-zat hara yang berguna untuk membiakkan
mikroba. Dengan menggunakan bermacam-macam media dapat dilakukan
isolasi,perbanyakan dan pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan jumlah
mikroba (schlegel 1994).
Tujuan
dalam pembuatan media untuk wadah membiakkan mikroba, sehingga mikroba dapat
tumbuh baik dalam suatu media yang telah dibuat. Dalam melakukan percobaan dilakukan beberapa
perlakuan yaitu menakar ekstra daging dan tauge sesuai komposisi yang ada.
Memanaskan atau autoklaf larutan agar mikroorganisme yang lain mati. Tetap
mengaduk ekstrak waktu dipanaskan atupun menggunakanstirer agar larutan menjadi
homogen. Menutup mulut beaker glass dengan almunium foil agar tidak ada mikroorganisme
yang masuk. Faktor kesalahan terjadi apabilapada saat pemanasan diatas
hotplatetidak hati-hati sehingga air mendidih dan berhamburan keluar dari
beaker glass.
5. Kesimpulan
Medium adalah bahan yang mengandung campuran
nutrisi yang bermanfaat untuk menumbuhkan mikroba. Medium Nutrient Agar (NA)
masuk kedalam medium khusus karena di buat sebagai tempat menumbuhkan mikroba
yang sudah diketahui komposisi pembuatannya. NA di buat dengan komposisi agar –
agar yang sudah dipadatkan sehingga NA juga bisa disebut dengan nutrient padat
yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri. Fungsi agar – agar hanya sebagai
pengental namun bukan zat makanan pada bakteri, agar dapat mudah menjadi padat
pada suhu tertentu. Tujuan dalam pembuatan media untuk wadah membiakkan
mikroba, sehingga mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media yang telah
dibuat.
Sterilisasi
adalah proses yang menghancurkan semua bentuk kehidupan. Suatu benda yang
steril, dipandang dari sudut mikrobiologi, artinya bebas dari mikroorganisme
hidup. Sterilisasi yaitu suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang
ada, sehingga jika ditumbuhkan didalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik
yang dapat berkembang biak. Sterilisasi dengan pemanasan terdapat empat cara
yaitu dengan cara pemijaran, sterilisasi dengan udara panas, sterilisasi dengan
menggunakan uap air panas, sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang
bertekanan.
6





Comments
Post a Comment