Skip to main content

MAKALAH MEKANISME EVOLUSI


                                                     


Fungsi ketiga materi genetik adalah fungsi evolusi, yang agar dapat melaksanakannya materi genetik harus mempunyai kemampuan untuk melakukan mutasi. Peristiwa mutasi atau perubahan materi genetik, di samping segregasi dan rekombinasi, akan menciptakan variasi genetik yang berguna untuk mengantisipasi perubahan kondisi lingkungan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.





1.      MUTASI
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi. Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies.Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir.
Kita mengenal berbagai macam peristiwa mutasi sesuai dengan kriteria yang digunakan untuk mengelompokkannya. Pada organisme multiseluler dapat dibedakan antara mutasi germinal dan mutasi somatis. Mutasi germinal terjadi pada sel-sel germinal atau sel-sel penghasil gamet, sedangkan mutasi somatis terjadi pada sel-sel selain sel germinal. Mutasi somatis akan menyebabkan terbentuknya khimera, yaitu individu dengan jaringan normal dan jaringan yang terdiri atas sel-sel somatis mutan. Alel-alel hasil mutasi somatis tidak akan diwariskan kepada keturunan individu yang mengalaminya karena mutasi ini tidak mempengaruhi sel-sel germinal. Pada tanaman tingkat tinggi mutasi somatis justru sering kali menghasilkan varietas-varietas yang diinginkan dan untuk perbanyakannya harus dilakukan secara vegetatif.
Mutasi merupakan perubahan materi genetik yang bersifat  menurun. Meskipun tidak selalu, perubahan urutan asam amino pada suatu protein dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat biologi protein tersebut. Hal ini karena pelipatan rantai polipeptida sebagai penentu struktur tiga dimensi molekul protein sangat bergantung kepada interaksi di antara asam-asam amino dengan muatan yang berlawanan. Contoh yang paling sering dikemukakan adalah perubahan sifat biologi yang terjadi pada molekul hemoglobin.  Penyakit molekular Hb yang paling umum adalah penyakit anemia sel sabit. Penyakit ini ditentukan oleh gen resesif  autosomal yang dapat menyebabkan kelainan darah yang fatal jika dalam keadaan homozigot. Penyakit ini ditemukan pada bangsa-bangsa berkulit hitam. Vernon Ingram, dengan menggunakan teknik elektroforesis, menemukan adanya perbedaan molekular antara Hb normal (HbA) dan Hb sel sabit (HbS).HbA terdiri dari 4 rantai polipeptida,yaitu 2 rantai polipeptida a dan 2 rantai polipeptida b (disingkaat a₂b₂). Susunan kedua rantai polipeptida a selalu sama, juga yang b. Hb mengandung 574 asam amino. HbS  terbentuk jika asam amino pada urutan ke 6 yaitu asam glutamat diganti dengan valin pada kedua rantai  polipeptida b.
Kalau kita runut dalam sintesis protein, asam amino glutamat merupakan translasi dari kodon GAA,GAG, dan asam amino valin dari kodon GUA,GUG,GUU,GUC.jika kita ambil kodon untuk asam glutamat GAA dan kodon untuk valin GUA, maka DNA sense HbA adalah CIT dan HbS adalah CAT.



Apabila ada satu atau beberapa gen yang bermutasi maka akan mengakibatkan terjadinya perubahan frekuensi gen. mutasi adalah bahan mentah evolusi karena seleksi alam bekerja pada fenotipe sedangkan fenotipe muncul dair gen. sebagaian sifat mutasi ada yang baik, misal mutasi pada reseptor dipermukaan sel T pada manusia yang menghambat infeksi HIV.

Contoh :
Jumlah populasi spesies ada 200.000. jumlah generasi selama spesies itu ada sebesar 5.000. Angka laju mutasi per gen 1 : 100.000, gen yang mampu bermutasi dalam individu 1.000, perbandingan mutasi yang menguntunngkan dan yang merugikan 1 : 1.000. berapa mutasi gen yang menguntungkan selama spesies itu ada?
Jawab :
1. Jumlah gen yang bermutasi
= 1 x 1.000 gen = 1 gen
100.000 100
Jumlah mutasi gen yang menguntungkan dai gen yang bermutasi adalah
1 x 1 = 1
100 1000 100.000


2. Dalam setiap generasi mutasi yang menguntungkan :
1 x 200.000.000 = 2000 gen
 100.000

3. Selama spesies itu ada, terdapat 5.000 generasi maka mutasi gen yang menguntungkan adalah :5.000 x 2.000 = 10.000.000
Jadi jumlah mutasi yang menguntungkan selama periode evolusinya mnejadi besar sekali, sehingga terjadinya spesies adaptif menjadi besar pula. Akibat mutasi gen dan viabilitas. Terbentuknya spesies yang kurang adaptif, plieotropi, yaitu suatu gen yang bermutasi dapat memperoleh lebih dari dua sifat.

2.      REKOMBINASI  GEN
        
Selain mutasi, mekanisme lain yang dapat menyebabkan terjadinya variasi genetik adalah rekombinasi. Jasad hidup yang diturunkan dari suatu induk tidak selalu mempunyai sifat-sifat genetik yang sama dengan induknya karena umumnya jasad turunan (progeny) telah mengalami komposisi genetik yang berbeda. Rekombinasi genetik adalah proses pertukaran elemen genetik yang dapat terjadi antara untaian DNA yang berlainan (interstrand), atau antara bagian-bagian gen yang terletak dalam satu untaian DNA (intrastrand). Dalam pengertian yan lebih sederhana, rekombinasi genetik didefinisikan menjadi penggabungan gen dari satu atau lebih sel ke sel target. Sel yang disisipi atau dimasuki gen dari luar atau dari sel lain disebut biakan rekombinan
Fungsi dari rekombinasi genetik bervariasi tergantung mekanismenya. Beberapa fungsi rekombinasi genetik adalah memelihara perbedaan genetik, sistem perbaikan DNA khusus, regulasi ekspresi gen tertentu, dan penyusunan kembali genetik yang diprogram selama perkembangan. Secara garis besar ada tiga tipe rekombinasi genetik yang sudah banyak diketahui, yaitu (1) rekombinasi homolog/ umum, (2) rekombinasi khusus (site-specific rekombination), dan (3) rekombinasi transposisi/ replikatif.


Rekombinasi Homolog
Rekombinasi homolog menyebabkan terjadinya pertukaran antarmolekul DNA yang merupakan homologi urutan nukleotida cukup besar. Ciri khusus rekombinasi homolog adalah bahwa proses tersebut dapat terjadi setiap titik di daerah homologi. Rekombinasi terjadi melalui tahap pemotongan untaian DNA yang kemudian diikuti dengan proses penggabungan kembali. Rekombinasi antarkromosom melibatkan proses pertukaran sekara fisik antara bagian-bagian kromosom.
Proses rekombinasi terjadi sekara akurat sehingga tidak ada satupun pasangan basa nukleotida yang hilang atau ditambahkan ke dalam kromosom rekombinan. Proses pertukaran tersebut menyebabkan terbentuknya struktur yang dapat terlihat sebagai kiasma (chiasma) pada waktu meiosis. Kiasma merupakan tempat pemotongan dan penggabungan kembali untai DNA, yaitu ketika dua kromatid yang berbeda (non-sister chromatids) terpotong dan tergabungkan satu sama lain. Rekombinasi homolog dimulai ketika dua kromosom homolog terletak berdekatan satu sama lain sehingga urutan nukleotida yang homolog dapat dipertukarkan. Kontak antara dua pasang kromosom tersebut, disebut sebagai proses sinapsis, terjadi pada awal meiosis yaitu pada profase
.
Rekombinasi Khusus
Berbeda dari proses rekombinasi homolog, rekombinasi khusus hanya terjadi pada tempat khusus di dalam segmen molekul DNA. Pertukaran materi genetik dilakukan oleh protein khusus yang mengkatalisis pemotongan dan penggabungan molekul DNA sekara tepat pada tempat terjadinya rekombinasi. Proses rekombinasi semakam ini tidak tergantung pada protein recA. Rekombinasi khusus mempunyai beberapa kirri, yaitu: (i) proses rekombinasi terjadi di tempat khusus pada kedua fragmen DNA, (ii) rekombinasi berlangsung timbal balik (reciprocal), artinya kedua hasil pertukaran genetik tersebut dapat diperoleh kembali, (iii) rekombinasi terjadi sekara konservatif, artinya proses pertukaran genetik tersebut dilakukan melalui pemotongan dan penyambungan kembali bagian DNA yang berekombinasi tanpa ada sintesis nukleotida baru, dan (iv) bagian yang mengalami rekombinasi tersebut mempunyai homologi dalam hal urutan nukleotida. Proses rekombinasi khusus dimulai dengan terjadinya pemotongan bagian DNA yang akan berekombinasi pada daerah yang mempunyai homologi sehingga dihasilkan ujung lekat (sticky end). Kedua ujung lekat pada kedua fragmen DNA yang berekombinasi tersebut kemudian mengalami pertukaran untai DNA sehingga akan terbentuk konfigurasi rekombinan.

Rekombinasi  Meiotik
Rekombinasi meiotik adalah proses rekombinasi yang terjadi pada jasad eukaryotik pada saat terjadi proses meiosis. Dalam beberapa hal mekanisme rekombinasi meiotik menunjukkan kemiripan dengan proses rekombinasi homolog pada bakteri meskipun beberapa tahapan awalnya berbeda. Proses rekombinasi meiotik pada eukariot dimulai dengan adanya pemotongan dua untai DNA (double-strand break) yang ada pada salah satu kromosom.

Pada organisme eukariot, rekombinasi genetik terjadi melalui penggabungan seksual sel telur dan sel sperma. Di dalam proses ini, kromosom sel sperma dan sel telur mengalami pemotongan pada titik homolog, dari potongan-potongan kromosom dari kedua sel induk lagi bertukar dan bergabung bersama-sama, menghasilkan gen kombinasi baru menghasilkan progeny yang mengandung berbagai sifat fenotip yang diturunkan dari kedua induk. Pemotongan, penyusunan kembali, dan bersatunya gen dan serangkaian gen selama konjugasi seksual pada eukariot terjadi dengan ketepatan yang tinggi tanpa mengganggu kerangka pembacaan atau isyarat pada urutan DNA. Pada bakteri yang tidak menjalani meiosis, rekombinasi genetik terjadi pada seperti konjugasi antara dua kromosom homologous yang terjadi selama atau segera setelah replikasi. Rekombinasi genetik yang terjadi pada bakteri dan kapang dapat terjadi melalui proses berikut.
Rekombinasi pada bakteri
Transformasi, yaitu pemutusan fragmen kromosom maupun plasmid dari sel donor dan bergabung dengan fragmen kromosom maupun plasmid dari sel penerima. Transduksi, yaitu pemindahan DNA dari satu bakteri ke bakteri lain melalui pertolongan virus yang menginfeksi bakteri (bakteriofage) dan DNAnya terintegrasi dengan kromosom bakteri (fage temperate).Lisogeni, yaitu bergabungnya DNA (pada jenis fage tertentu) ke dalam kromosom melingkar sel inang secara kovalen. Konjugasi, yaitu pemindahan episoma (molekul DNA mirip plasmid) melalui factor F (fertilitas) dari sel donor (F+) ke sel penerima (F-)
Rekombinasi pada kapang
Siklus seksual, yaitu penggabungan nukleus yang terjadi setelah penggabungan hifa membentuk heterokariotik, kemudian pada proses meiosis selanjutnya terjadi rekombinasi.
Siklus paraseksual yang terjadi pada kapang yang tidak mempunyai siklus seksual. Penggabungan hifa akan menghasilkan heterokartion; kadang-kadang terjadi interaksi antar nukleus membentuk satu nukleus diploid, lalu terjadi penyilangan mitosis antara kromatid pada kromosom homolog sehingga terjadilah rekombinasi genetik.
Rekombinasi penggabungan protoplasma. Dengan bantuan senyawa propilenglikol (PEG) protoplas akan membentuk agregat, diikuti penggabungan dan pertukaran DNA antar protoplas. Selain mengalami rekombinasi alamiah, serangkaian gen juga dapat direkombinasikan di dalam tabung reaksi untuk menghasilkan kombinasi baru yang tidak terdapat secara biologis. Misalnya, kita dapat mengisolasi gen yang menentukan dua jenis protein yang berbeda dari dua jenis spesies organisme dan mempersatukannya membentuk rekombinasi baru. Pengembangbiakan gen-gen rekombinan dan ekspresinya secara buatan kini telah banyak dikembangkan, diantaranya adalah insulin, hormon pertumbuhan, interferon yang dihasilkan oleh bakteri dengan menyisipkan gen penyandi yang sesuai dengan produk yang diinginkan. Bermacam-macam protein yang berguna dalam bidang pertanian juga dapat diproduksi dalam jumlah besar di dalam sel-sel inang pembawa gen-gen rekombinan yang sesuai, misalnya dengan menghasilkan tanaman tomat yang tahan hama dan lain sebagainya
Rekombinasi alami

Pada gambar di atas, terlihat bahwa pada fase profase pada meiosis I, kromosom homolog bersaudara mengalami rekombinasi pada titik homolog. Daerah terjadinya rekombinasi disebut kiasma. Pada tahap ini terjadi crossing over sehingga terbentuk kromosom rekombinan
.
Rekombinasi buatan
Rekombinasi buatan dapat dilakukan dengan mnggabungkan gen dari suatu organisme ke DNA vektor (biasanya plasmid). Rekombinasi buatan ini melibatkan pemotongan gen yang dinginkan dan menyambungkannya ke DNA plasmid (Gambar berikut). Proses pemotongan DNA plasmid dan gen yang diinginkan melibatkan enzim yang spesifik (contoh enzim EcoR1, enzim yang digunakan sama). selanjutnya gen tersebut disambungkan ke DNA plasmid dengan menggunakan enzim ligase.


3.      TRANSVER GEN/GEN FLOW
Evolusi juga dapat terjadi sebagai akibat dari gen yang ditransfer dari satu populasi yang lain. Aliran gen terjadi ketika ada migrasi. Hilangnya atau penambahan orang dapat dengan mudah mengubah frekuensi gen  bahkan jika tidak ada mekanisme evolusioner lain yang beroperasi. Misalnya, jika semua orang berambut merah adalah yang meninggalkan Skotlandia, generasi berikutnya ada kemungkinan akan memiliki sangat sedikit orang dengan sifat ini. Populasi Skotlandia akan berkembang sebagai populasi yang akan ke mana orang-orang berambut merah bermigrasi.
Aliran gen dapat juga terjadi tanpa migrasi. Ketika orang melakukan perjalanan ke daerah lain dan berhasil kawin dengan orang dalam populasi di sana, transfer gen terjadi antara populasi meskipun wisatawan pulang ke rumah. Misalnya, ketika tentara AS memiliki anak di Asia Tenggara dengan wanita Vietnam selama perang di sana pada 1960-an dan awal 1970-an, mereka mengubah frekuensi gen dari populasi Vietnam.
Gen mungkin kadang-kadang juga mengalir antara spesies. Misalnya, segmen DNA dapat dipindahkan dari satu spesies yang lain oleh virus karena mereka menyerang sel-sel hewan atau tanaman. Bentuk nampaknya, aliran gen telah didokumentasikan untuk beberapa jenis serangga, ikan, reptil, mamalia, dan terutama mikroorganisme, tetapi belum meyakinkan menunjukkan untuk manusia. Namun, telah dikemukkan  bahwa 40-50% dari urutan DNA manusia  mungkin telah diangkut dari spesies lain oleh virus. Ini belum diverifikasi.
Terdapat sejumlah faktor-faktor yang memengaruhi aliran gen antara populasi-populasi yang berbeda. Salah satu faktor yang paling signifikan adalah mobilitas. Semakin besar mobilitas suatu individu, semakin besar potensi migrasi individu tersebut. Hewan cenderung lebih mudah berpindah daripada tumbuhan, walaupun serbuk sari dan biji dapat diangkut oleh hewan atau angin ke lokasi yang sangat jauh.
Aliran gen antara dua populasi secara terus menerus dan terjaga juga dapat menyebabkan kombinasi dua lungkang gen, mengurangi variasi genetika antara dua kelompok. Adalah karena alasan inilah aliran gen dengan kuat memperlambat/mengurangi spesiasi dengan merekombinasi lungkang gen antar kelompok.




PENUTUP
Fungsi ketiga materi genetik adalah fungsi evolusi, yang agar dapat melaksanakannya materi genetik harus mempunyai kemampuan untuk melakukan mutasi. Selain mutasi, mekanisme lain yang dapat menyebabkan terjadinya variasi genetik adalah rekombinasi. Jasad hidup yang diturunkan dari suatu induk tidak selalu mempunyai sifat-sifat genetik yang sama dengan induknya karena umumnya jasad turunan (progeny) telah mengalami komposisi genetik yang berbeda. Evolusi juga dapat terjadi sebagai akibat dari gen yang ditransfer dari satu populasi yang lain. Aliran gen terjadi ketika ada migrasi. Hilangnya atau penambahan orang dapat dengan mudah mengubah frekuensi gen  bahkan jika tidak ada mekanisme evolusioner lain yang beroperasi



DAFTAR PUSTAKA



Comments

Popular posts from this blog

Evolusi ( Pro dan Kontra ?)

Evolusi Evolusi adalah proses perubahan seedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang lama. Dalam kajian biologi evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu  populasi   organisme  dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pengartian tersebut tentu kita dapat menarik kesimpulan bahwa proses evolusi adalah proses perubahan yang diturunkan, termasuk didalamnya variasi genetik dalam ruang lingkup suatu populasi tertentu. Sejarah evolusi sendiri bukanlah hal baru bagi dunia ilmiah jika dilihat kembali sejak abad ke-6 SM para ilmuan dan filsuf telah menyebut evolusi dengan berbagai pandangan yang berbeda-beda, barulah pada tahun 1859 Charles Darwin mengeluarkan buku yang kita kenal sekarang dengan judulnya the origin of species by means of natural selection, dalam buku tersebut banyak termuat bukti-bukti serta penjelasan terbuka dan mendetail mengenai evolusi, teori evolusi darwinpun diterima secara luas dikala itu. Darwin mungkin terk...

otaku dan anime

Sudah bukan rahasia umum lagi kalo si admin blog ini adalah seorang otaku, hehe sebuah julukan yang sebernanya tidak masuk akal untuk dibanggakan, tapi entah kenapa persepsi untuk otaku di negeri asalnya jepang bertolak belakang dengan persepsi untuk otaku di Indonesia, disini siapapun yang menyukai atau bisa dibilang jatuh cinta pada anime, manga dkk bangga menyebut dirinya sebagai otaku. Sedangkan di jepang otaku diasosiasikan dengan tingkah-tingkah menyimpang yang keterlaluan, seperti mengurung diri dalam kamar seharian hanya untuk menonton anime saja, menghabiskan uang hanya untuk membeli semua pernak pernik yang berhubungan dengan anime atau manga yang digemari, bahkan berlomba-lomba mencari keluaran edisi paling baru, yeah kedengarannya saja sudah mengerikan, jadi wajar saja kalau otaku dijepang dipandang buruk oleh masyarakat disana.  Yeah walau bagaimanapun, sebagai otaku atau bukan otaku toh menyukai anime itu sudah merupakan hobby sejak SMP, aku melewati sej...

see you in another odyssey

i think i should say goodbye  not to you, but to me me, that lived in those days  where the world had different color the world that had it own hustle where every steps that i took has it own melody, like a certain song  that bring memory to those time  and i know very well  nothing can replace a good friends , a good journey, a good experience, a good lesson even all those mistakes i must admit all of it is a beautiful painting of life goodbye, see you in another odyssey ~