Skip to main content

CYANOPHITA ^_^


BAB I
                                                           PENDAHULUAN                           

Alga biru disebut juga ganggang belah atau ganggang lendir, (Cyanophyta, Schizophyta atau Myxophyta) adalah ganggang bersel tunggal atau berbentuk benang dengan struktur tubuh yang  masih sederhana. Memiliki warna biru-kehijauan, autotrof (dapat mengubah senyawa organik menjadi anorganik untuk proses fotosintesis). Inti kromotofora atau butir tidak berwarna dalam sitoplasma tumbuhan yang akan berkembang menjadi kloroplas tidak ditemukan.
Cyanophyta merupakan suatu divisi (filum) bakteri yang mendapatkan energi melalui fotosintesis. Cyanophyta termasuk dalam regnum (kerajaan) monera. Ganggang biru merupakan salah satu contoh dari kelas Cyanophyceae. Ganggang hijau biru memiliki klorofil yang berbeda dari klorofil bakteri yang dapat berfotosintesis, dan diketahui bahwa oksigen dibebaskan oleh ganggang hijau biru pada saat fotosintesis tetapi tidak terjadi pada bakteri. Ganggang biru memiliki afinitas mirip bakteri sehingga disebut juga Cyanobacteria karena organisasi seluler dan biokimianya.







BAB II
PEMBAHASAN

A. CIRI-CIRI UMUM
Ganggang biru dari tahun ketahun semakin menarik dalam Biogeologi Nannofosil dari ganggang ini ditemukan pada lapisan stromatolite yang diperkirakan berusia 3 miliar tahun yang lalu (Golubic,1976;Taylor,1981) Ganggang hijau – biru merupakan organisme yang responsible terhadap akumulasi oksigen di bumi. Asal dari ganggang hijau – biru tidak jelas (Harold Bold and Michael J. Wynne, 1985 ).
Ganggang hijau – biru bersifat prokariotik, struktur selnya sama dengan struktur sel bakteri sehingga termasuk ke dalam monera. Adapun ciri – ciri umum dari ganggang biru adalah sebagai berikut :
a. Bersel tunggal ( Uniseluler ), ada pula yang berkoloni
b. Memiliki klorofil, karotenoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari
    fikosianin dan fikoeritrin
c. Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulose,
    kadang – kadang berlendir
d. Inti sel tidak memiliki membran ( prokariotik )

B. ORGANISASI SELULER
            Ganggang biru berbeda dengan ganggang lainnya dalam organisasi selulernya. Perbedaannya antara lain : mereka mirip bakteri, tidak memiliki membran inti, susunan pigmen sitoplasmanya berbeda, dan tidak memiliki mikokondria, aparatus golgi, retikulum endoplasma dan vakuol struktur selnya lebih banyak mirip bakteri. Lamela fotosintetik atau tilakoid tidak di sertai oleh membran ke bagian plastid seperti alga hijau dan tanaman lain. Dinding sel dari beberapa ganggang biru memiliki substansi yang bervariasi seperti ı-e-diaminopilemic dan asam muramic yang juga ditemukan di dinding sel bakteri gram-negatif. Dengan demikian asam D-amino hanya ditemukan di dinding sel ganggang hijau-biru dan bakteri. DNA dari ganggang hijau – biru tersebar di dalam sel dan dikatakan prokariotik (Harold C. bold and john W. La Claire, 1961 ).

Dinding sel mengandung pektin atau polisakarida yang terbentuk dari galaktosa, hemiselulosa atau polisakarida yang berantai panjang dan terdiri atas bermacam-macam gula monosakarida, dan selulosa atau rantai polisakarida yang tersusun atas satuan molekul b-glukosa, yang kadang-kadang berupa lendir. Oleh sebab itu ganggang ini juga dinamakan ganggang lendir (Myxophyta).
Pada bagian pinggir plasmanya terkandung zat warna Klorofil-a, karotenoid (pigmen kuning, jingga dan merah yang terdapat pada sel-sel berfotosintesis) dan dua macam kromoprotein yang larut dalam air yaitu : fikosianin yang berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah. Perbandingan macam-macam zat warna itu amat labil, oleh sebab itu warna ganggang tidak tepat, kadang-kadang tampak kemerah-merahan dan kadang-kadang kebiru-biruan. Gejala ini dianggap sebagai suatu penyesuaian diri terhadap sinar (adaptasi kromatik), misalnya dalam cahaya hijau warnanya kebanyakan merah, dalam cahaya merah mejadi hijau atau biru.
Cyanophyta umumnya tidak bergerak. Diantara jenis-jenis yang berbentuk benang dapat mengadakan gerakan merayap yang melincur pada alas basah. Bulu cambuk tidak ada, gerakan itu mungkin sekali karena ada kontraksi tubuh dan dibantu dengan pembentukan lendir. Perkembangbiakan selalu vegetative dengan membelah, pembiakan secara seksual belum pernah ditemukan.

C. HABITAT
Alga biru terdapat dimana-mana, di tempat yang sangat dingin(kutup) sampai di tempat yang sangat panas, seperti di perairan panas yang bersuhu kurang lebih 85˚C serta di kolam-kolam yang terpolusi. Namun sangat mudah ditemukan di perairan air tawar, di tanah, dan permukaan yang lembab.
Alga biru ada yang hidup bersimbiosis dan ada pula yang hidup sendiri(soliter). Alga biru dapat bersimbiosis dengan lumut hati, paku, bahkan dengan invertebrate, seperti Amoeba,Protozoa,Diatom,dan Molusca. Simbiosis yang specific antara alga biru dan jamur membentuk formasi yang disebut lichens yang dapat hidup di bebatuan sehingga berperan dalam pembentukan formasi tanah atau sebagai perintis.







D. REPRODUKSI
Cara perkembangbiakan ganggang biru adalah sebagai berikut :
a. Pembelahan sel
Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel – sel tunggal, pada beberapa genera sel – sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filament yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat – tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara contoh pada Gleocapsa.










Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogeny (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks. Studi ultrastruktur dari perkembangan akinet dilaporkan bahwa akinet dari Anabaena doliolum susunannya terdapat diantara dua heterokist. Tyagi (1974) menemukan bahwa potasium nitrat dan amonium klorida menghambat pembentukan akinet, sedangkan glukosa akan meningkatkan pembentukan akinet.


b. Fragmentasi
Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filament menjadi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mngkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.

c. Spora
Pada keadaan yang kurang menguntungkan Cyanobacteria akan membentuk spora yang merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan. Contoh : Chamaesiphon comverficolus.








E. KLASIFIKASI
            Cyanophyta dibedakan atas 3 Ordo (Bangsa), yaitu :
1.      Ordo Chroococcales
Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauan. Umumnya alga ini berbentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan, sel-sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi, dan dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok atau koloni.
*      Family Chroococcales, termasuk didalamnya jenis-jenis :
                       Chroococcales turgidus      dan      Gloeocapsa sanguine



*      Gleocapsa, Berbentuk bulat memanjang dan dikelilingi oleh membrane dengan beberapa generasi sel yang terdapat di dalamnya. Membran kadang – kadang ada yang berpigmen. Gleocapsa terdapat pada batuan yang lembab atau pada air

*      Anacystis, Bentuknya bulat silindris, menuju bentuk basil dan mengalami pembelahan secara transversal. Setiap individu dikelilingi oleh membran yang lembut. Sel mungkin terdapat di dalam matriks



*      Merismopedia, Sel tersusun atas matriks di dalam sebuah lapisan tunggal yang tipis dan berliku yang dipelihara dan tumbuh dari pembelahan sel dalam 2 arah. Spesies ini mungkin berentuk plenkton atau epipelic dan terdapat dalam air yang tenang. Reproduksi dari bentuk koloni adalah dengan cara fragmentasi
*      Eucapsis, Pembelahan sel kearah 3 garis tegak lurus dan membentuk sarkinoid. Reproduksi dengan cara fragmentasi.
*      Coelosphaerium, Koloni berbentuk bulatan yang irreguler tersusun oleh matriks yang berkoloni pada bagian tepi. Sel berwarna hijau – biru atau mungkin gelap dan terisi oleh gelembung gas. Coelosphaerium sering terdapat pada plankton.
*      Mycrocystis, Koloni berbentuk bulatan atau tidak beraturan. Sel dari Mycrocystis disebarkan merata oleh kumpulan matriks. Mereka sering berwarna hitam atau merah karena adanya kandungan gelembung gas. Mycrocystis adalah plankton yang keras, ini bukti bahwa Mycrocystis biasanya menyebabkan luapan air dan mensekresikan zat penghambat bagi ganggang lainnya.


2.      Ordo Chamaesiphonales
Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai spora. Benang-benang itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat merayap dan merupakan koloni baru.
Spora terbentuk dari isi sel (endospora). Setelah keluar dari sel induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru.
*      Family Chamaesiphonales, contohnya adalah : Chyamaesiphon confervicolus.
*      Famili Pleurocapcaceae








a. Xenococcus
Bulatan sel dari Xenococcus menempel pada filamen alga, mereka mengalami pembelahan anticlinal untuk meningkatkan ukuran dari koloni. Setiap sel dapat memproduksi banyak endospora dan disebut baeocyt yang membedakan mereka dari spora bakteri. Endospora dari beberapa ganggang hijau – biru mungkin bersifat motil untuk periode yang singkat.


     b. Hyella
Cabang trikom dari Hyella tumbuh dari desmoschsis yang hidup dalam cangkang kalkareus atau bersama ganggang lainnya. Filamen besal mungkin menjadi pluriseriata. Banyak sel mungkin terbagi dalam bentuk endospora.


*      Famili Dermocarpaceae
Pembelahan sel vegetatif menjadi 2 bagian sel yang sama mungkin terjadi dalam anggota famili ini. Contoh spesiesnya antara lain :
Dermocarpa, Selnya berbentuk bulat hingga ramping atau pyriform dan tumbuh terikat pada substrat dalam kelompok. Reproduksi diselesaikan sendiri oleh endospora yang mungkin berkembang dalam jumlah besar dengan sel vegetatif
*      Famili Chamoesiphonaceae
Contoh spesies ini adalah :
Chamaesiphon, Persebarannya luas dan umumnya epifit. Berada pada tanaman angiospermae aquatik, lumut , dan ganggang khususnya Chladophora dan pada tanaman dewasa, protoplast pada kutub distal membentuk sebuah rantai spora yang disebut exospora.

3.      Ordo Hormogonales
Sel-sel merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu membrane. Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu. Benang-benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.
*      Family Oscillatoriaceae, didalamnya termasuk genus :
Oscillatoria, hidup dalam air atau diatas tanah yang basah, sel-selnya bulat, merupakan benang-benang dan akhirnya membentuk koloni berlendir. Contohnya: Oscillatoria limosa, Oscillatoria princeps.

*      Family Rivullariaceae, didalamnya termasuk genus :
Rivularia, dan pada koloni ini tampak adanya polaritas. Pangkalnya terdiri atas suatu heterosista, ujungnya berakhir dalam suatu rambut. Contohnya : Rivularia bullata, Rivularia haematities.
*     
Family Nostacaceae, terbagi atas dua marga yaitu genus Nostoc dan Anabaena.
Nostoc, dapat menambat N dari udara, seringkali bersimbiosis dengan Fungi membentuk Lichenes. Contohnya : Nostoc commune, Nostoc sphaeroides.
Anabaena, juga menambat N dari udara dan dapat bersimbiosis dengan tanaman lain. Misalnya Anabaena cycadeae, bersimbiosis dengan pakis haji (Cycas rumpii)  dalam akar-akarnya yang disebut akar-akar bunga karang. Anabaena azollae, bersimbiosis dengan sejenis paku air (Azolla pinnata) dalam daunnya yang hidup disawah dan rawa.

*      Famili Scytonemataceae, Trikom disertai membran yang mungkin berwarna. Trikom dicirikan oleh percabangan palsu tanpa pembelahan sel inisiasi pada bidang yang baru, trikom atau hormogonia putus atau tumbuh menyambung membran.
Contoh spesies ini yaitu : Tolipotrix Diameter trikom seragam dan disertai membran yang sempit. Tipe percabangan palsu timbul dari sekitar heterokist.
*      Famili Stigonemataceae Trikom dari beberapa genera adalah pluriseriata. Trikomnya berbeda dari cyanophyta lainnya dalam percabangannya yaitu dimulai oleh pembelahan sel pada bagian yang baru. Contoh spesies ini yaitu :


a. Hapalosiphon, Spesies ini tumbuh pada air yang asam atau netral dan bersifat epifit pada tanaman aquatik lain. Sel berbentuk pendek silindris. Pada membran terdapat hialin, hetrokist interkalar dan akinet. Hormogonia biasanya dari percabangan yang mugkin timbul unilateral atau bilateral spesies.

b. Stigonema, Hidup pada batuan yang lembab dan tanah yang lebih banyak terdapat air. Trikom utama pluriseriata, membran tidak berwarna atau kuning kecoklatan. Pertumbuhan ujung lebih luas dan percabangannya sama dengan sumbu utama, bentuk sel mugkin bulat atau pipih. Mereka terlihat disambung oleh untai protoplasmik kasar. Hormogonia dihasilkan dari ujung percabangan.

*       Famili  Rivullariaceae, Trikomnya meruncing dari dasar sampai apeks atau dari
tengah ke arah 2 ujung. Contoh spesies ini yaitu :
a. Calothrix
Hidup pada air tawar, air laut dan mungkin melapisi batu – batuan atau menempel pada ganggang dan tanaman aquatic lainnya. Filamen meruncing dan tidak bercabang / memiliki percabangan palsu. Percabangan palsu dapat lepas dari trikom induk. Heterokist biasanya basal dan jika ada akinet berdekatan dengan heterokist basal



b. Rivularia
Rivularia tidak memiliki akinet. Beberapa spesies dari Rivularia bersifat sub areal pada karang yang lembab.
F. MANFAAT CYANOPHYTA
Jenis ganggang hijau – biru bersel satu merupakanvegetasi perintis, hal ini  karena ganggang tersebut mampu atau dapat mengawali kehidupan sebelum organisme lainnya dapat hidup di suatu tempat. Sejumlah ganggang hijau – biru berfilamen ( bentuk benang ) dapat mengikat nitrogen ( N2 ) bebas dari atmosfer dan diubah menjadi amoniak ( NH3 ). Hal ini dilakukan dalam hiterikista, sehingga dapat berperan dalam proses menyuburkan tanah. Jenis ganggang hijau – biru yang bermanfaat diantaranya :

1. Nostoc
Perendaman sawah selama musim hujan mengakibatkan Nostoc tumbuh subur dan memfiksasi N2 dari udara sehingga dapat membantu penyediaan nitrogen yang digunakan untuk pertumbuhan padi.


2. Anabaena azollae
Hidup bersimbiosis dengan Azolla pinata ( paku air ). Paku ini mendapat keuntungan berupa amoniak hasil fiksasi nitrogen oleh Anabaena azollae.
3. Spirullina
Ganggang ini mengandung protein yang tinggi sehingga dijadikan sebagai sumber makanan. Dibeberapa negara misalnya thailand dan Vietnam. Ganggang hijau biru sudah dimanfaatkan untuk peningatan produksi pertanian. Namun, di indonesia ganggang hijau – biru belum digunakan dan penelitian ganggang hijau – biru masih sangat terbatas.
Spirulina memang memiliki kandungan yang sangat lengkap, dan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Bayangkan, spirulina ternyata memiliki kandungan zat besi 58 kali lebih banyak dari sayur bayam, dan 18 kali lebih tinggi dari daging. Jenis ganggang yang satu ini juga mengandung beta carotene 25 kali lebih banyak dari wortel, dan 100 kali lebih banyak dari pepaya, di samping kandungan lain seperti vitamin, protein, mineral, lemak dan karbohidrat. Oleh karena itu, Dr. Toni Sutomo, MPh menyimpulkan bahwa berkat segala kandungan tersebut, spirulina berguna untuk meningkatkan immunity system tubuh, menunjang fungsi cardiovascular dan keseimbangan cholesterol. Ia juga baik untuk memperbaiki fungsi pencernaan, meningkatkan fungsi detox serta mengurangi cancer risk dengan melindungi tubuh dari toxin.




Memang, melalui penelitian lebih dari 40 tahun yang dilakukan lebih dari 4000-an peneliti terkemuka di seluruh dunia, berhasil menyimpulkan manfaat spirulina dalam memperbaiki dan mempertahankan kesehatan :
1. Membantu metabolisme tubuh
a)                  Meningkatkan body immune dari bahaya toxin / benda asing (virus,
b)                  bakteri) yang membahayakan tubuh, termasuk : bahaya racun borak
c)                  dan formalin yang marak dewasa ini
d)                  Memperbaiki sistem pencernaan (digestion system)
e)                  Membantu fungsi dan kerja jantung dengan menjaga kadar
f)                   cholesterol darah
g)                  Membantu proses detox tubuh secara alamiah
h)                  Mengurangi resiko terserang kanker (cancer) dengan meningkatkan
i)                    kapasitas anti oxidant tubuh
2. Membantu mengatasi gejala kekurangan sel darah (anemia)
3. Membantu penyembuhan tukak lambuing (peptic ulser)
4. Mengurangi resiko penyakit jantung
5. Membantu menyembuhkan penyakit hepatitis yang kronis maupun akut
6. Bermanfaat untuk orang lanjut usia, yang umumnya menderita penyakit degeneratif        kornis (tekanan darah tinggi / hypertension, jantung koroner, asam urat tinggi, katarak, gangguan liver / ginjal, kencing manis / diabetes)
7. Mencegah dan membantu penyembuhan penyakit kanker (cancer).
8. Mencegah kerontokan rambut (karena mengandung Vitamin E, linoleat-acid dan arachidonat-acid yang merupakan asal lemak penting dalam menjaga kesehatan akar rambut)
9. Mempertahankan keindahan kulit (Skin Care)








BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
            Cyanophyta tersebar diseluruh dunia sebagai massa lendir atau benang-benang halus, hidup diair, bahkan ada yang dalam sumber-sumber air panas, sebagian juga dalam tanah yang basah dan pada kulit pohon-pohon.  . Alga biru dapat bersimbiosis dengan lumut hati, paku, bahkan dengan invertebrate, seperti Amoeba,Protozoa,Diatom,dan Molusca. Simbiosis yang specific antara alga biru dan jamur membentuk formasi yang disebut lichens yang dapat hidup di bebatuan sehingga berperan dalam pembentukan formasi tanah atau sebagai perintis.Perkembangbiakanya secara seksual antara lain: pembelahan sel,fragmentasi, dan spora. Cyanophyta dipercaya merupakan alga pertama yang memasukan oksigen ke bumi.

















DAFTAR PUSTAKA
-          Tjirosoepomo, Gembong. 1989. Taksonomi tumbuhan. Yogyakarta : Universitas Gaja Mada UGM Press.
-          Bold, Harold C and John W la Claire. 1961. The Plant Kingdom. USA : Pretice Hall Inc.
(7 Oktober 2009)
-          http. //id. Wikipeda.org/wiki/cyanophyceae.html
(7 Oktober 2009)
-          Akhyar, Salman. 2004. BIOLOGI untuk sma. Bandung : Grafindo Media Pratama.


Comments

Popular posts from this blog

Evolusi ( Pro dan Kontra ?)

Evolusi Evolusi adalah proses perubahan seedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang lama. Dalam kajian biologi evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu  populasi   organisme  dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pengartian tersebut tentu kita dapat menarik kesimpulan bahwa proses evolusi adalah proses perubahan yang diturunkan, termasuk didalamnya variasi genetik dalam ruang lingkup suatu populasi tertentu. Sejarah evolusi sendiri bukanlah hal baru bagi dunia ilmiah jika dilihat kembali sejak abad ke-6 SM para ilmuan dan filsuf telah menyebut evolusi dengan berbagai pandangan yang berbeda-beda, barulah pada tahun 1859 Charles Darwin mengeluarkan buku yang kita kenal sekarang dengan judulnya the origin of species by means of natural selection, dalam buku tersebut banyak termuat bukti-bukti serta penjelasan terbuka dan mendetail mengenai evolusi, teori evolusi darwinpun diterima secara luas dikala itu. Darwin mungkin terk...

otaku dan anime

Sudah bukan rahasia umum lagi kalo si admin blog ini adalah seorang otaku, hehe sebuah julukan yang sebernanya tidak masuk akal untuk dibanggakan, tapi entah kenapa persepsi untuk otaku di negeri asalnya jepang bertolak belakang dengan persepsi untuk otaku di Indonesia, disini siapapun yang menyukai atau bisa dibilang jatuh cinta pada anime, manga dkk bangga menyebut dirinya sebagai otaku. Sedangkan di jepang otaku diasosiasikan dengan tingkah-tingkah menyimpang yang keterlaluan, seperti mengurung diri dalam kamar seharian hanya untuk menonton anime saja, menghabiskan uang hanya untuk membeli semua pernak pernik yang berhubungan dengan anime atau manga yang digemari, bahkan berlomba-lomba mencari keluaran edisi paling baru, yeah kedengarannya saja sudah mengerikan, jadi wajar saja kalau otaku dijepang dipandang buruk oleh masyarakat disana.  Yeah walau bagaimanapun, sebagai otaku atau bukan otaku toh menyukai anime itu sudah merupakan hobby sejak SMP, aku melewati sej...

see you in another odyssey

i think i should say goodbye  not to you, but to me me, that lived in those days  where the world had different color the world that had it own hustle where every steps that i took has it own melody, like a certain song  that bring memory to those time  and i know very well  nothing can replace a good friends , a good journey, a good experience, a good lesson even all those mistakes i must admit all of it is a beautiful painting of life goodbye, see you in another odyssey ~