BAB I
PENDAHULUAN
Sistem endokrin meliputi suatu sistem
dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah kelenjar penghasil zat yang
dinamakan hormon. Kelenjar ini dinamakan 'endokrin' karena tidak mempunyai
saluran keluar untuk zat yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkannya itu
dalam jumlah sedikit pada saat dibutuhkan dan dialirkan ke organ sasaran
melalui pembuluh darah bercampur dengan darah. Kelenjar yang produknya
disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti kelenjar ludah) dinamakan kelenjar
eksokrin.
Kelenjar endokrin (endocrineglarul)
terdiri dari (1) kelenjar hipofise atau pituitari (hypophysisor
pituitary glanrl) yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak;
(2) kelenjar tiroid (thyroid glanrl) atau kelenjar gondok yang terletak
di leher bagian depan; (3) kelenjar paratiroid (parathyroidglanrl) dekat
kelenjar tiroid; (4) kelenjar suprarenal (suprarenalglanrl) yang
terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau Langerhans (islets of
langerhans) di dalam jaringan kelenjar pankreas; (6) kelenjar kelamin (gonarl)laki
di testis dan indung telur pada wanita. Placenta dapat juga
dikategorikan sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormon.
BAB II
PEMBAHASAN
Sistem Hormon
·
Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organic yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin. Hormon mengatur aktivitas seperti : metabolisme, reproduksi,
pertumbuhan, dan perkembangan.
·
Hormon mengatur aktivitas
seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan.
·
Pengaruh hormon dapat terjadi
dalam beberapa detik, hari, minggu, bulan, dan bahkan beberapa tahun.
·
Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan tidak
dialirkankan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam pembuluh
darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh
hingga mencapai organ – organ tertentu. Meskipun semua hormone mengadakan
kontak dengan semua jaringan dalam tubuh, namun hanya sel / jaringan yang
mengandung reseptor yang spesifik terhadap hormon tertentu yang terpengaruh
hormon tersebut.
·
Hormon
mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
1.
Diproduksi
dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah sangat
kecil
2.
Diangkut
oleh darah menuju ke sel/jaringan target
3.
Mengadakan
interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat dalam sel target
4.
Mempunyai
pengaruh mengaktifkan enzim khusus
5.
Mempunyai
pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga mempengaruhi
beberapa sel target yang berlainan.
§ Dilihat dari aktivitasnya, kelenjar
endokrin dapat dibedakan menjadi :
1.
kelenjar
yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang memegang peranan pada proses
metabolisme
2.
kelenjar
yang bekerjanya mulai saat tertentu, misalnya hormon kelamin
3.
kelenjar
yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja, misalnya kelenjar timus
·
Dilihat
dari aspek dan macam lokasinya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi :\
No.
|
Kelenjar endokrin
|
Lokasi
|
1
|
Kelenjar
hipofisis
|
Terletak pada
dasar otak besar, pada lekukan tulang selatursika di bagian tulang baji
|
2
|
Kelenjar
tiroid
|
Terletak di
daerah leher
|
3
|
Kelenjar
paratiroid
|
Terletak di
dekat kelenjar tiroid
|
4
|
Kelenjar
pankreas
|
Terletak di
dekat ventrikulus (perut besar)
|
5
|
Kelenjar
adrenal
|
Terletak di
bagian atas ginjal
|
6
|
Ovarium
|
Terletak di
daerah abdomen (perut)
|
7
|
Testis
|
Terletak di
buah zakar dalam skrotum
|
§
Hubungan
Saraf dan hormon
· Hormon bekerja atas perintah dari sistem
saraf. Sistem yang mengatur kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada
daerah hipotalamus. Daerah hipotalamus sering disebut daerah kendali
saraf endokrin (neuroendocrine control).
· Hormon berfungsi dalam mengatur
homeostasis, metabolisme, reproduksi dan tingkah laku. Homeostasis adalah
pengaturan secara otomatis dalam tubuh agar kelangsungan hidup dapat
dipertahankan. Contohnya pengendalian tekanan darah, kadar gula dalam darah,
dan kerja jantung
· Perbedaan sistem hormon dan sistem saraf
No.
|
Aspek pembeda
|
Sistem hormon
|
Sistem saraf
|
1
|
Aksi
|
Bersifat lambat
|
Bersifat cepat/segera
|
2
|
Pengaturan
|
Jangka panjang,
misalnya
pertumbuhan dan
perkembangan
|
Jangka pendek, misalnya denyut jantung dan kontraksi otot
|
3
|
Sekresi
|
Hormon
|
neurotransmitter
|
4
|
Komunikasi
|
Komunikasi antar neuron melalui synapsis
|
Komunikasi melalui sistem sirkulasi
|
Aryulina (2003 : 275)
Kelenjar
Endokrin meliputi hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal,
ovarium dan testis
1.Kelenjar Hipofisis
(pituitary)
Kelenjar ini terletak pada lekukan tulang
selatursika di bagian tulang baji dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang
mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut
master gland. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian
anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.
Kelenjar hipofase
terdiri atas : adenohipofase
disebelah anterior sebagai lobus glandularis yang dapat dibedakan menjadi :
-Pars distalis]
-Pars tuberalis] (lobus anterior)
-Pars
intermedia,yang merupakan lobus posterior.
Neurohipofase,
terdiri atas :
-Pars neurvosa,
dan
-infundibulum
Anatomi
kelenjar hipofase
Kelenjar hipofase dibentuk dengan terpadunya dua “embrionic rudiment”, yaitu yang satu berasal dari otak
dan yang lain berasal dari epitel rongga mulut. Yang berasal dari otak akan
menjadi bagian neurohipofase, dan yang berasal dari epitel rongga mulut akan
menjadi adenohipofase. Jadi meskipun neurohipofase dan adenohipofase berasal dari lembaga
ektoderm namun berasal dari dua bagian yang berbeda. Neurohipofase berasal dari
infudibulum otak, dan tetap dihubungkan ke hipotalamus oleh tungkai neural.
Berbeda dengan lobus anterior dan lobus intermedia dari hipofase berasal dari
atap rongga mulut dalam pembentukan invaginasi yang disebut kantung rathke.
Pada saat kantung ini mencapai infundibum maka hubungannya dengan epitel rongga
mulut asalnya akan terlepas.
Adenohipofase atau
lobus anterior.
Lobus anterior dibangun oleh sel-sel yang tersusun dalam pita-pita
dengan jaringan ikat dan pembuluh-pembuluh kapiler diantaranya. Sel-sel ini
terdiri dari dua macam sel utama yaitu : sel-sel kromofil yang kuat menyerap
zat warna dan sel-sel kromatofob yang kurang menyerap zat warna.
§ Hormon-hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior ialah:
-hormon
pertumbuhan
-prolactin atau
lactogenis hormon
-hormon tyroid
-FSH(folicel stimulating hormon)
-LH(luteinizing
hormone)
-ACTH(adreno corticortopic hormone)
·
Pars tuberalis, terdapat disekitar
infundibulum, sangat vaskuler, belum diketahui dengan pasti apakah ia
benar-benar menghasilkan hormon.
·
Pars intermedia, pada manusia
pertumbuhannya kurang baik,menghasilkan hormon intermedin yang berperan
terhadap penyebaran sel-sel melanofor.
·
Pars neurvosa,Hormon-hormon yang
terdapat pada pars neurvosa, dibuat oleh badan-badan sel syaraf yang terdapat
pada nuklei supraoptik, dan nuklei para ventikular dari
hipotalamus,hormon-hormon ini disalurkan melalui kumpulan akson yang
disebut”hypothalamo-hypophyseal tract” ke pars neurvosa untuk disimpan. Jadi
pars neurvosa hanya merupakan tempat penyimpanan sementara, sedangkan sel-sel
yang memproduksinya disebut sel=sel neurosekretoris, artinya secara stuktur
merupakan sel syaraf,sedangkan fungsional sebagai kelenjar.hormon yang
dihasilkan pars neurvosa adalah ADH,oksitosin.
Pembebasan hormon Adenohipofisis
dikontrol oleh hipotalamus. Sel – sel neurosekresi di hipotalamus mensekresi
hormone pembebas dan hormone penghambat ke dalam jaringan kapiler yang terletak
di batang pituitary. Darah yang mengandung hormone tersebut mengalir melalui
pembuluh – pembuluh portal pendek kedalam jaringan kapiler kedua di dalam
pituitary anterior. Sebagai respon terhadap hormone pembebas spesifik, sel –
sel endokrin di pituitary anterior mensekresikan hormone tertentu ke dalam
sirkulasi. (Campbell, 1925)
a. Hormon yang dihasilkan anterior hipofisis
No.
|
Hormon
|
Prinsip kerja
|
1
|
Hormon Somatrotof
|
Pertumbuhan sel dan
anabolisme protein
|
2
|
Hormon Tiroid (TSH)
|
Mengontrol sekresi hormone
oleh kelenjar tiroid
|
3
|
Hormon
Adrenokortikotropik (ACTH)
|
Mengontrol sekresi
beberapa hormone oleh korteks adrenal
|
4
|
Follicle Stimulating
Hormon (FSH)
|
a. Pada wanita : merangsang
perkembangan folikel pada ovarium dan sekresi estrogen
b.
Pada testis : menstimulasi testis untuk mengstimulasi sperma
|
5
|
Luteinizing hormone
(LH)
|
a. Pada Wanita : bersama dengan
estrogen menstimulasi ovulasi dan pembentukan progesterone oleh korpus luteum
b. Pada pria : menstimulasi sel –
sel interstitial pada testis untuk berkembang dan menghasilkan testoteron
|
6
|
Prolaktin
|
Membantu kelahiran dan
memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu
|
b.
Hormon yang dihasilkan posterior hipofisis
No.
|
Hormon
|
Prinsip kerja
|
1
|
Oksitosin
|
Menstimulasi kontraksi
otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan
|
2
|
Hormon ADH
|
Menurunkan volume
urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah
|
Pratiwi,
(2007 : 198)
c. Hormon yang dihasilkan intermediet hipofisis
No.
|
Hormon
|
Prinsip kerja
|
1
|
Melanocyte stimulating
hormon (MSH)
|
Mempengaruhi warna
kulit individu
|
2. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
·
Kelenjar yang terdapat di leher
bagian depan di sebelah bawah jakun dan terdiri dari dua buah lobus.
·
Kelenjar tiroid menghasilkan
dua macam hormon yaitu tiroksin (T4) dan Triiodontironin (T3).
·
·
Hormon ini dibuat di folikel
jaringan tiroid dari asam amino (tiroksin) yang mengandung yodium. Yodium
secara aktif di akumulasi oleh kelenjar tiroid dari darah. Oleh sebab itu
kekurangan yodium dalam makanan dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan
pembesaran kelenjar gondok hingga 15 kali.
Kelenjar tiroid
Terdapat mengelilingi trakea disebelah ventral dari larink. Setiap
lobus dari kelenjar tiroid dibagi oleh sekat-sekat menjadi lobuli tiroid yang
dibangun oleh badan-badan bulat yang disebut folikel tiroid. Bila hormon yang
diproduksi tidak di pakai maka hormon ini disimpan dalam bentuk koloid yang
tidak aktif disebut tiroglobulin. Pada kelenjar tiroid juga dihasilkan suatu
enzim proteolitik yang disebut katepsin untuk mengubah tiroglobulin yang tidak
aktif menjadi tiroksin yang aktif. Bla kadar iodin terdapat dalam tubuh kurang
maka yang dihasilkan bukan tiroksin tetapi triidotiroksin.
Fungsi hormon tiroksin antara lain ialah:
1.
Mengatur derajat metabolisme supaya selalu
diatas minimum
2.
Mempunyai peranan dalam proses
pertumbuhan dan diferensiasi
3.
Mempengaruhi pertumbuhan mental
dan kemasakan seksual
4.
Mempengaruhi metabolisme
glukosa dan protein
5.
Merangsang mengurangi jumlah
asam-asam lemak,kolestrol dan fosfolipida.
Bila pada saat pertumbuhan,hormon tiroksin kurang maka akan
mengurangi pelepasan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh pars anterior dari
hipofisa hingga akan menimbulkan gejala kretinisme. Kekurangan akan hormon
tiroksin juga dapat menimbulkan gejala miksidema,yaitu dimana substansi
interseluler jaringan ikat akan ditimbun secara abnormal berupa zat yang
disebut mukopolisakarida.
No.
|
Hormon
|
Prinsip kerja
|
1
|
Tiroksin
|
Mengatur metabolisme, pertumbuhan,
perkembangan, dan kegiatan system saraf
|
2.
|
Triiodontironin
|
Mengatur metabolisme, pertumbuhan,
perkembangan dan kegiatan sistem saraf
|
3.
|
Kalsitonin
|
Menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara
mempercepat absorpsi kalsium oleh tulang.
|
Salah satu keadaan yang
diakibatkan kerusakan kelenjar tiroid adalah penyakit Grave. Keadaan ini
menyebabkan mata membengkak (kiri). Gondok adalah suatu keadaan yang
diakibatkan oleh pembesaran kelenjar tiroid (kanan).
Jenis penyakit tiroid yang utama:
- Hipertiroidisme / Tirotoksikosis
- Hipotiroidisme
3. Kelenjar Paratiroid (kelenjar anak
ginjal)
·
Berjumlah
empat buah terletak di belakang kelenjar tiroid
·
Kelenjar
ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur
konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur :
absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium
dari tulang.
·
Hormon
paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang reabsorpsi kalsium
di ginjal dan dengan cara penginduksian sel –sel tulang osteoklas untuk
merombak matriks bermineral pada osteoklas untuk merombak matriks bermineral
pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam darah
·
Kalsitonin
mempunyai fungsi yang berlawanan dengan PTH, sehingga fungsinya menurunkan
kalsium darah.
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan
parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah.
Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah
menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah
pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.
·
Fungsi umum kelenjar paratiroid
adalah:
1.
mengatur metabilisme fosfor
2.
mengatur kadar kalsium darah
4.
Kelenjar Timus
·
Terletak
di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.
·
Timus
membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.
·
Kelenjar
ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan
setelah dewasa tidak berfungsi lagi.
·
Menghasilkan
timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit.
Jika dipergunakan definisi tidak
mempunyai saluran keluar untuk mengalirkan zat yang dihasilkannya, kelenjar thymus
dapat dimasukkan ke dalam kelompok ini. Thymus terletak di belakang
tulang dada anak-anak hingga usia pubertas. Setelah usia pubertas kelenjar ini
mengecil dan tidak ditemukan lagi. Selama masih aktif, kelenjar ini
menghasilkan sel darah putih yang disebut Tlymphocyte. Sel ini
selanjutnya akan menetap di dalam tubuh dan mempunyai memoryatau ingatan
terhadap benda asing yang pemah masuk tubuh dan sel tubuh yang abnormal
(termasuk sel kanker).Jika zat yang sama masuk tubuh maka sel ini akan
memperbanyak din menetralkan efek zat itu terhadap tubuh. Fungsi ini merupakan
suatu bagian sistem proteksi tubuh atau sistem imun (cell mediated immune
system) yang bersifat seluler.
·
Efek serupa teljadi juga
melalui mekanisme pembentukan zat anti (humoral immune system) oleh B-lymphocyte.
Dari penjelasan ini thymus tidak termasuk dalam kelenjar endokrin.
Walaupun tidak mempunyai saluran' keluar, termasuk dalam sistem imun tubuh.
·
5. Kelenjar
Anak Ginjal (Adrenal)
Kelenjar ini berbentuk
bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu
kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan
bagian tengah (medula).Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit
Addison dengan gejala sebagai berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang,
mual, muntahmuntah, terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau
dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung
meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran
bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti
dengan rambut berdiri.
·
Bagian korteks setelah seludang
terdiri atas: zona glomerulosa,zona faskikulata dan zona retikulata.
1.
zona glomerulosa, menghasilkan
hormon mineralokortikoid fungsinya untuk mengatur keseimbangan kadar ion
sodium(natrium) dalam tubuh, yang terpenting adalah aldosteron.
2.
,zona faskikulata, menghasilkan
hormon glukokortikoid, fungsinya dalam metabolisme kharbohidrat dan protein dan
yang berpengaruh adalah hidrokortison
3.
Zona retikulata, menghasilkan
hormon-hormon seks, yaitu hormon-hormon derivat steroid, seperti estradiol dll.
·
Medula
Sel-sel medula tersusun berkelompok atau berbentuk
pita.dalam sel ini terdapat butir-butir halus (granula) yang dapat diwarnai oleh
garam-garam krom yang menimbulkan warna cokelat. Hormon ini pertama kali
ditemukan oleh Oliver dan Schafer pada tahun 1894. Pada tahun 1901 dari
ekstraknya dapat dibuat kristal murni ternyata dari hasil penyelidikan lebih
lanjut
Mengandung dua macam hormon yaitu: adrenalin atau epinefren dan
noradenalin atau norepinefrin. Baik adrenalin dan noradernalin keduanya
mempunyai sifat:
1.
Mempengaruhi denyut jantung,
jadi dapat mempengaruhi tekanan darah
2.
Mempengaruhi limpa,dengan
kontraksi darah yang terdapat dalam limpa dipompa ke pembuluh darah
3.
Meningkatkan kadar glukosa
darah,yaitu mengubah glikogen menjadi glukosa.
Hormon dari kelenjar anak ginjal dan prinsip kerjanya :
No.
|
Hormon
|
Prinsip kerja
|
1
|
Bagian korteks adrenal
a.
Mineralokortikoid
b.
Glukokortikoid
|
Mengontol metabolisme ion anorganik
Mengontrol metabolisme glukosa
|
2
|
Bagian Medula Adrenal
Adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin
|
Kedua hormon tersebut bekerja sama dalam
hal berikut
a.
dilatasi bronkiolus
b.
vasokonstriksi pada arteri
c.
vasodilatasi pembuluh darah otak dan otot
d.
mengubah glikogen menjadi glukosa dalam hati
e.
gerak peristaltik
f.
bersama insulin mengatur kadar gula darah
|
6. Kelenjar Pankreas (Langerhans)
Fungsi endokrin
pankreas terdapat pada pulau-pulau langerhans yang tersebar di seluruh organ.
Pada pulau-pulau langerhans ini dapat dijumpai 3 macam sel yaitu:
1.
Sel alfa, sel ini menghasilkan
hormon glukagon yang diperlukan untuk memobilisasi glukosa hati dengan cepat.
Glukagon juga dihasilkan oleh sel-sel alfa ekstrapankreas dalam lambung dan
saluran pencernaan
2.
Sel beta, menghasilkan hormon
insulin, yang berperan untuk mengubah glukosa darah menjadi glikogen dalam hati
3.
Sel delta, menghasilkan hormon
somatostatin atau growth hormone release-inhibiting factor) yang juga
dihasilkan oleh hipotalamus. Fungsinya adalah untuk menghambat produksi insulin
maupun glukagon
Insulin dan glukagon, Kedua honnon ini
mengatur kadar dan penggunaan glukosa dalarn darah. Gangguan produksi
honnon insulin mengakibatkan te1jadinya penyakit diabetes mellitus.Adakalanya
seseorang sangat sensitif terhadap karbohidra atau gula. Makan karbohidrat menyebabkan peningkatan produksiinsulin
sehing~a yang bersangkutan akan kekurangan gula. Sebagai akibatnya, ia akan
makan kembali dan reaksi yang saran akan berulang. Larnbat laun orang itu akan
menjadi gemuk karena terns makan dan kadar gula darah naik karena memang konsumsi gula
terlalu banyak dan insulin yang dikeluarkan tak dapat mengimbanginya. ltu salah
satu mekanisme terjadinya penyakit diabetes yang sangat beragarn. Ada juvenile
diabetes yang biasanya merupakan penyakit turunan, ada juga adult onset
diabetes yang bam muncul sesudah usia di atas 40 tahun.
Ø Pengaturan kadar gula darah
Peningkatan glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml
pada manusia) merangsang pankreas untuk mensekresi insulin, yang memicu sel –
sel targetnya untuk mengambil kelebihan glukosa dari darah. Ketika kelebihan
itu telah dikeluarkan atau ketika konsentrasi glukosa turun dibawah titik
pasang, maka pancreas akan merespons dengan cara mensekresikan glukagon, yang
mempengaruhi hati untuk menaikkan kadar glukosa darah.
7. Kelenjar Kelamin
a.
Ovarium
Ovarium
merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga
menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai
berikut.
Estrogen
Estrogen
Hormon
ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH.
Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin
sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat
membedakan wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan
pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.
Progesteron
Progesteron
Hormon
ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan
berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah
dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.
Ovarium
·
Merupakan kelenjar kelamin
wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur, hormone estrogen dan hormone
progesterone.
·
Sekresi estrogen dihasilkan
oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH
·
Estrogen berfungsi menimbulkan
dan mempertahankan tanda – tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya
perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus.
·
Progesteron dihasilkan oleh
korpus luteum dan dirangsang oleh LH
·
Progesteron berfungsi
mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel telur yang sudah dibuahi.
·
Fisiologi
menstruasi
Siklus Menstruasi Normal
- Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.
- Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.
- Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
- FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
- LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
- PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
·
Siklus
Hormonal
Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang
dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam
ovarium (indung telur).
Pada umumnya hanya 1 folikel yang
terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel
tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen.
Estrogen ini menekan produksi FSH,
sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH
maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan
hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik
estrogen terhadap hipotalamus.
Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH)
yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung
estrogen. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium.
Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf
menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus
rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic
hormones, suatu hormon gonadotropik).
Korpus luteum menghasilkan progesteron
yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada
pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar
estrogen dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi,
perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau
menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum
tersebut dipertahankan.
·
Pada
tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
- Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah
- Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
- Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahi
b.
Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada
pria. Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin
yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi
menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya
suaranya membesar, mempunyai kumis dan jakun.
§ Testis pada mammalian terdiri dari tubulus yang dilapisi oleh sel –
sel benih (sel germinal), tubulus ini dikenal dengan tubulus seminiferus.
§ Testis mensekresikan hormon testosterone yang berfungsi merangsang
pematangan sperma (spermatogenesisi) dan pembentukan tanda – tanda kelamin
pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya
suara.Sekresi hormon tersebut dirangsang oleh ICTH yang dihasilkan oleh
hipofisis bagian anterior.
Regulasi hormone jantan
Ø Sewaktu pubertas, hipofisis anterior memproduksi gonadotrofin, yaitu
hormone FSH dan LH. Sekresi kedua hormone ini dipengaruhi oleh GnRF
(Gonadotropin Releasing Factor) yang berasal dari hipotalamus.
2. Peran Hormon Pada Sistem KB
·
KB adalah program pemerintah
yang bertujuan menciptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang
dilaksanakan melalui pengaturan jumlah anak dan jarak kelahiran.
·
Banyak macam teknik KB, ada
yang permanent, ada yang sementara, dan ada yang secara mekanik, kimia ataupun
dengan menggunakan hormon.
·
Teknik penggunaan hormone pada
dasarnya adalah upaya mencegah terjadinya ovulasi. Dalam hal ini menggunakan
hormone estrogen dan progesterone sintetik.
·
Hormon – hormon tersebut ada
yang dikemas dalam bentuk pil, suntikan, ataupun susuk.
·
Jika seorang wanita menelan pil
KB setiap hari maka dia telah memasukkan hormon estrogen dan progesterone
sintetik ke dalam tubuhnya. Akibatnya, kelenjar hipofisis tidak akan
menghasilkan FSH dan LH. Tidak adanya FSH dan LHmenyebabkan wanita tersebut
tidak akan hamil, karena FSH dan LH berfungsi merangsang terjadinya ovulasi yang
jika dibuahi akan terjadi kehamilan. Selain itu, progesterone juga berperan
merangsang penebalan dinding rahim, sehingga menolak terjadinya implantasi
(penempelan embrio pada dinding rahim).
·
Kelainan – Kelainan Akibat Kelebihan atau Kekurangan Hormon
No.
|
Kelenjar
|
Hormon yang dihasilkan
|
Gangguan / kelainan
|
Ciri - ciri
|
1
|
Hipofisis
|
Kekurangan hormon (hiposekresi) hormon pertumbuhan (growth hormone)
|
Dwarfisme
|
Penderita tampak bertubuh pendek (hanya sekitar
satu meter atau bahkan kurang) tapi tetap memiliki proporsi tubuh yang normal
|
Kelebihan hormon (hipersekresi) hormon pertumbuhan (growth hormone)
|
Gigantisme (giantism)
|
Terjadi pada masa kanak – kanak, dimana terjadi pertumbuhan berlebihan bahkan dapat sampai mencapai 8 kaki
|
||
Akromegali
|
Terjadi pada saat dewasa, penderita mengalami pembesaran tulang rahang dan wajah. Kulit bertambah
tebal, diikuti gangguan akibat penekanan saraf oleh massa tulang yang
bertambah
|
|||
2.
|
Tiroid
|
Hipersekresi hormone tiroksin
(Hipertiroidisme)
|
Grave’s disease/ morbus basedow
|
Penderita ini mengalami metabolisme yang amat
meningkat; penderita cenderung bertambah kurus walaupun disaat yang sama
penderita memiliki nafsu makan yang meningkat . Keringat berlebihan, denyut
nadi yang cepat, tidak tahan panas dan kelemahan badan. Dapat juga ditemukan
penonjolan bola mata (exophtalmus)
|
Hiposekresi hormon tiroid (Hipotiroidisme)
|
Kretinisme (Kerdil)
|
Terjadi pada masa kanak – kanak, cirinya penderita tidak dapat
mencapai pertumbuhan fisik dan mental yang normal
|
||
Mix Oedema (Miksedema)
|
Terjadi pada orang dewasa, cirinya laju metabolisme rendah, berat
badan berlebihan, bentuk badan menjadi kasar, dan rambut rontok
|
|||
3
|
Paratiroid
|
Hipersekresi hormon paratiroid
|
Hiperparathormon
|
Kelainan pada tulang seperti tulang rapuh, bentuk abnormal dan
mudah patah. Kelebihan kalsium yang diekskresikan dalam air seni bersama ion
fosfat dapat menyebabkan batu ginjal
|
Hiposekresi hormon paratiroid
|
Hipoparathormon
|
Terjadi gejala kekejangan otot (tetani)
|
||
4
|
Pankreas
|
Hiposekresi hormon insulin
|
Diabetes tipe I
|
Penyakit ini sepenuhnya bergantung dengan
insulin, penyakit ini sering didapatkan pada anak-anak atau dewasa muda.
Pengobatan dengan mengganti insulin sesuai dengan jumlah yang diperlukan
|
Diabetes tipe 2
|
insulin
diproduksi dalam jumlah memadai tetapi terdapat gangguan dalam kualitas dan
mekanisme kerjanya. Faktor resiko penyakit ini seperti riwayat keluarga
dengan Diabetes Mellitus dan obesitas
|
|||
5
|
Korteks Adrenal
|
Hipersekresi hormon kelenjar adrenal
|
Cushing’s syndrome
|
penderita mengalami peningkatan tekanan darah,
gula darah akibat pengeluaran hormon kortisol yang berlebihan.
|
Hiposekresi hormon kelenjar adrenal
|
Addison’s disease
|
Gejala berupa
·
Hipoglikemia (kadar gula dalam darah menurun),
·
Gangguan pembentukan glukosa oleh jaring (glukoneogenesis)
·
Penurunan kadar glikogen di liver yang menjadi cadangan glukosa dalam tubuh
·
Gangguan akibat kekurangan aldosteron seperti pengeluaran natrium dan cairan
yang berlebihan di ginjal.
·
Dehidrasi,
·
Penurunan tekanan darah
·
Shock yang dapat menimbulkan kematian, terutama bila tidak ditangani secara
cepat.
|
||
6
|
Kelenjar gonad
|
Hiposekresi hormon kelenjar gonad
|
-
|
dapat mengakibatkan gangguan terutama dalam
proses reproduksi manusia.
|
Sistem
Hormon pada Hewan
Sel-sel neurosekresi
terdapat pada terutama hewan rendah kecuali hewan bersel satu. Pada
Coelenterata dan annelida tidak terdaopat kelenjar endokrin tapi mekanisme
neurosekresi mengatur pertumbuhan dan reproduksi. Demikian juga pada cacing
pipih dan nematoda hanya mempunyai mekanisme neurosekresi.
Hewan rendah yang mempunyai kelenjar endokrin
ialah Cephalopoda, Arthropoda dan hewan yang lebih kompleks lainya. Pada
Crustacea terdapat kelenjar sinus pada insekta ada korpus kardiakum.kedua
kelenjar tersebut sama dengan neurohipofisis (hipofisis bagaian belakang) pada
vertebrata.
Jadi pada dasarnya hewan rendah maupun vertebrata terdapat suatu hubungan
antara sistem syaraf dengan kelenjar endokrin. Hipotisis pada vertebrata
disebut kelenjar neuroendokrin.
Coelenterata
Coelenterata
Pada Coelenterata (hewan
berongga) misalnya Hydra, sel sarafnya
menghasilkan bahan kimia yang disebut neuropeptida. Bahan tersebut
merangsang terjadinya pertumbuhan, regenerasi, dan reproduksi.
Platyhelminthes
Pada cacing pipih sel-sel
neurosekresi terdapat pada ganglion otak. Fungsinya belum diketahui tapi diduga
belum mempunyai peranan dalam proses regenerasi.
Annelida
Sel-sel neurosekresi pada annelida terdapat pada ganglion supraoesofagus, ganglion suboesufagus dan ganglion ventral. Neuro hormon pada cacing tanah banyak diselidiki peran neurohormon pada annelida ialah dalam fungsi:
1. Tumbuh dan regenerasi
2. Transformasi somatik berkenaan dengan reproduksi
3. Pemotongan ganda dan perkembangan seksual
4. Menentukan ciri-ciri kelamin luar (sekunder)
5. Penyembuhan luka
Mollusca
Sel-sel neurosekresi pada annelida terdapat pada ganglion supraoesofagus, ganglion suboesufagus dan ganglion ventral. Neuro hormon pada cacing tanah banyak diselidiki peran neurohormon pada annelida ialah dalam fungsi:
1. Tumbuh dan regenerasi
2. Transformasi somatik berkenaan dengan reproduksi
3. Pemotongan ganda dan perkembangan seksual
4. Menentukan ciri-ciri kelamin luar (sekunder)
5. Penyembuhan luka
Mollusca
Sel neurosekresi terdapat
pada gangloin otak molluska. Pada molluska terdapat pula kelenjar endokrin
seperti pada vertebrata. Kelenjar tersebut misalnya kelenjar optik pada
Octopus. Pada sejenis siput jika tentakel dibuang hasilnya pembentukan telur
pada ovotestis dipercepat. Jika ekstrak tentakel disuntikkan merangsang
produksi sperma. Ekstrak ganglion otak merangsang produksi telur. Dari contoh
diatas menunjukkan bahwa baik otak maupun tentakel berisi sel-sel neurosekresi
yang menghasilkan hormon (neurohormon). Neurohormon dari tentakel merangsang
produksi sperma sedang dari otak merangsang perkembangan telur. Pada octopus
proses kedewasaan juga diatur oleh sel-sel neurosekresi yang mempengaruhi
pertumbuhan ovarium dan testes. Jadi hubungan ganglion otak-kelenjar
optik-gonade pada octopus sama seperti hubungan hipotalamus-hipofisisgonade
pada vertebrata.
Crustacea (udang-udangan)
Crustacea (udang-udangan)
Sedangkan pada Crustaseae
(udang, kepiting, dll) ada 2 faktor yang mempengaruhi pergantian kulit yaitu
faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya: adanya
stressor/tekanan lingkungan, nutrisi, photoperiodisme dan temperatur. Sedangkan
faktor internal terkait dengan produksi hormon ekdisteroid dan Molt
Inhibiting Hormon (MIH)/hormon penghambat pergantian kulit .Mekanisme neurosekresi
pada udang-udangan sangat kompleks dan sangat erat hubungannya dengan sistem
saraf dan ganglionnya. Diantaranya hormon yang penting adalah:
1) Beberapa Neurohormon Tangkai Mata
Terdapat beberapa neurohormon yang berasal dari ganglia optik yang letaknya pada tangkai mata:
• Hormon Pigmen Retina
• Kromatorotrofin
• Hormon Hiperglikemik
• Hormon Inhibitor Ovarium
• Hormon Inhibitor Pengelupasan (Moulting)
2) Organ Y
3) Kelenjar Androgen Pada Jantan
4) Ovarium
1) Beberapa Neurohormon Tangkai Mata
Terdapat beberapa neurohormon yang berasal dari ganglia optik yang letaknya pada tangkai mata:
• Hormon Pigmen Retina
• Kromatorotrofin
• Hormon Hiperglikemik
• Hormon Inhibitor Ovarium
• Hormon Inhibitor Pengelupasan (Moulting)
2) Organ Y
3) Kelenjar Androgen Pada Jantan
4) Ovarium
Arthropoda
Arthropoda dari kelompok insekta menghasilkan
tiga macam hormon yaitu: hormon otak, hormon ekdison, dan hormon juvenil.
Ketiga hormon tersebut berfungsi untuk mengatur proses metamorfosis.
- Hormon otak disekresikan oleh bagian otak, dan pelepasannya dipengaruhi oleh faktor makanan, cahaya, atau suhu. Selain itu hormon otak berfungsi memicu sekresi hormon ekdison dan hormon juvenil.
- Hormon ekdison perfungsi pada pengaturan proses pergantian kulit (ekdisis).
- Hormon juvenil berperan menghambat proses metamorfosis.
Ketiga hormon itulah yang berperan dalam
proses metamorfosis dan pergantian kulit pada kelompok insekta
Insecta
Hampir semua hormon dihasilkan sel neurosekresi dari ganglion otak dan ganglia lainnya yang dapat ditemukan pada protoserebrum, tritoserebrum, ganglion suboesofagus dan ganglia ventral. Hewan diketahui juga menghasilkan sejumlah hormon yaitu :
Juvenil hormone(JH), merangsang perubahan serangga dari bentuk ulat ke larva. Hormon ini tidak dihasilkan ketika serangga mencapai bentuk dewasanya.
Ecdysone, merangsang perubahan atau pergantian kulit serangga. Hormon ini bekerja antagonis dengan JH.
Octopamine, menaikkan kadar penggunaan glukosa oleh otot.
Adipokinetic Hormone, mempercepat perubahan lemak menjadi energi.
Bovine Somatotropin(BST),meningkatkan produksi susu pada ternak.
Hampir semua hormon dihasilkan sel neurosekresi dari ganglion otak dan ganglia lainnya yang dapat ditemukan pada protoserebrum, tritoserebrum, ganglion suboesofagus dan ganglia ventral. Hewan diketahui juga menghasilkan sejumlah hormon yaitu :
Juvenil hormone(JH), merangsang perubahan serangga dari bentuk ulat ke larva. Hormon ini tidak dihasilkan ketika serangga mencapai bentuk dewasanya.
Ecdysone, merangsang perubahan atau pergantian kulit serangga. Hormon ini bekerja antagonis dengan JH.
Octopamine, menaikkan kadar penggunaan glukosa oleh otot.
Adipokinetic Hormone, mempercepat perubahan lemak menjadi energi.
Bovine Somatotropin(BST),meningkatkan produksi susu pada ternak.
Hormon pada hewan Vertebrata
Pada katak misalnya, metamorfosis dari berudu menjadi katak dewasa
dipengaruhi oleh hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar thiroid.
Selain itu katak memiliki hormon yang disekresikan oleh epifisis dan hipofisis
di otak, dan berperan dalam mengontrol perubahan warna kulit. Hormon epifisis
menyebabkan kulit menjadi pucat, sedangkan hormon hipofisis menyebabkan warna
kulit menjadi gelap.
Pada vertebrata lain sistem hormonnya mirip
dengan manusia.
Feromon
Beberapa jenis hewan
selain menghasilkan hormon juga menghasilkan bahan kimia yang disebut feromon.
Bahan ini tidak berpengaruh langsung terhadap hewan yang bersangkutan,
melainkan berpengaruh terhadap hewan lain yang satu spesies. Feromon yang
disekresikan ini umumnya berfungsi menarik lawan jenis untuk melakukan proses
reproduksi.
Misalnya saja pada ulat
sutera (Bombyx mori), kupu betina mengeluarkan feromon untuk menarik ngengat
jantan guna melakukan reproduksi.
Pada kupu-kupu jantan
atau betina akan menyebarkan feromon saat mengepakkan sayapnya, sehingga
feromon tersebar diudara dan mengundang lawan jenisnya untuk mendekat dan
tertarik secara seksual. Feromon seks memiliki sifat yang spesifik untuk
aktivitas reproduksi dimana jantan atau betina dari spesies yang lain tidak
akan tertarik dan merespons terhadap feromon yang dikeluarkan betina atau
jantan dari spesies yang berbeda.
Pada rayap, untuk dapat
mendeteksi jalur yang dijelajahinya, individu rayap yang berada didepan
mengeluarkan feromon penanda jejak (trail following pheromone) yang keluar dari
kelenjar sternum (sternal gland di bagian bawah, belakang abdomen), yang dapat
dideteksi oleh rayap yang berada di belakangnya. Sifat kimiawi feromon ini
sangat erat hubungannya dengan bau makanannya sehingga rayap mampu mendeteksi
obyek makanannya.
Jenis feromon lain adalah
yang digunakan ngengat sebagai undangan untuk melakukan perkawinan. Ngengat
gipsi betina dapat mempengaruhi ngengat jantan beberapa kilometer jauhnya
dengan memproduksi feromon yang disebut “disparlur”. Karena ngengat jantan
mampu mengindra beberapa ratus molekul dari betina yang mengeluarkan isyarat
dalam hanya satu mililiter udara, disparlur tersebut efektif saat disebarkan di
wilayah yang sangat besar sekalipun.
Feromon tampaknya juga
memainkan peran penting dalam komunikasi serangga selain masalah reproduksi.
Semut menggunakan feromon sebagai penjejak (tracer) untuk menunjukkan jalan
kepada semut lain untuk menuju ke sumber makanan.
Contoh lain, bila lebah madu menyengat, ia tak hanya meninggalkan
sengat pada kulit korbannya, tetapi juga meninggalkan feromon yang menyebabkan
panggilan otomatis terhadap lebah madu lain untuk menyerang. Inilah yang
menyebabkan kenapa lebah suka main keroyok.
Demikian pula, semut
pekerja dari berbagai spesies mensekresi feromon sebagai zat tanda bahaya yang
digunakan ketika terancam musuh. Feromon disebar di udara dan menyebabkan
berkumpulnya semut pekerja yang lain. Bila semut-semut ini bertemu musuh,
mereka juga akan mengubah jumlah produksi feromon sehingga isyaratnya bertambah
atau berkurang, bergantung pada kondisi bahayanya: siaga 1, siaga 2, atau siaga
3
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organic yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar
buntu karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkankan melalui suatu saluran
tetapi langsung masuk kedalam pembuluh darah. Hormon dari kelenjar endokrin
mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh hingga mencapai organ – organ tertentu.
Meskipun semua hormone mengadakan kontak dengan semua jaringan dalam tubuh,
namun hanya sel / jaringan yang mengandung reseptor yang spesifik terhadap
hormon tertentu yang terpengaruh hormon tersebut.
Hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf.
Sistem yang mengatur kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah hipotalamus. Kelenjar Endokrin
meliputi hipofisis, tiroid, paratiroid,
timus, pankreas, adrenal, ovarium dan testis.
Sel-sel neurosekresi
terdapat pada terutama hewan rendah kecuali hewan bersel satu. Pada
Coelenterata dan annelida tidak terdaopat kelenjar endokrin tapi mekanisme
neurosekresi mengatur pertumbuhan dan reproduksi. Demikian juga pada cacing
pipih dan nematoda hanya mempunyai mekanisme neurosekresi. Hewan rendah yang
mempunyai kelenjar endokrin ialah Cephalopoda, Arthropoda dan hewan yang lebih
kompleks lainya. Pada vertebrata lain sistem hormonnya mirip dengan manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Suripto .1992. Stuktur Hewan II.bandung.BIOLOGI ITB.
Pratiwi,D.A.,dkk.2007.Biologi.jakarta.erlangga.












Comments
Post a Comment