Skip to main content

Penanaman Eksplan




DASAR TEORI
v  Sterilisasi
Sterilisasi merupakan kunci keberhasilan dan kesuksesan dalam pengembangan mikrobiologi. Untuk mendapatkan semua yang sesuai maka   alat – alat yang digunakan haruslah disterilkan terlebih dahulu. Bila alat yang dipakai tidak steril maka akan terjadi kontaminasi yang merusak hubungan kelangsungan kerja di laboratorium tersebut (Lay, 1994).
Pada saat pembuatan media masing – masing larutan stok diambil sesuai konsentrasinya. Selamjutnya diukur dan diatur pH media sesuai yang dianjurkan. Setelah itu dimasak sambil diaduk. Sesudah masak, media dimasukkan kedalam botol kultur sebannyak 10 – 20 ml / botol dan ditutup dengan aluminium foil atau kapas. Setelah itu disterilisasi dalam autoclaf pada suhu 121° C selama      15 – 20 menit (Mariska dan Sukmadjaja, 2003).
v  Media
Media merupakan faktor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan dan perkembangbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh pada kultur jaringan sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya. Oleh karena itu, macam-macam media kultur jaringan telah ditemukan sehingga jumlahnya cukup banyak. Nama-nama media tumbuh untuk eksplan ini biasanya sesuai dengan nama penemunya. Media tumbuh untuk eksplan berisi kualitatif komponen bahan kimia yang hampir sama, hanya agak berbeda dalam besarnya kadar untuk tiap-tiap persenyawaan. Pembuatan media pada prinsipnya dilakukan dengan melarutan semua komponen media dalam air sesuai dengan konsentrasi pada permulasi yang diinginkan, penimbangan komponen media satu persatu untuk setiap pembuatan media kultur tidak praktis dan hanya dapat dilakukan jika jumlah zatnya cukup besar, masalah tersebut dapat diatasi dengan pembuatan larutan stok.
v  Penanaman
Kultur jaringan merupakan salah satu tekhnik memperbanyak suatu tanaman dengan cara menanam sebagian kecil jaringan pada medium yang sudah dalam keadaan steril. Teknik kultur jaringan bukan hanya digunakan untuk beberapa tujuan seperti mendapatkan produksi metabolit sekunder, mendapatkan keragaman seleksi dan pemuliaan tanaman.
Pada dasarnya langkah-langkah dalam melakukan proses kultur jaringan ada 3 tahap, yaitu :
- Tahap I atau disebut juga tahap persiapan eksplan
- Tahap II atau disebut juga tahap penggandaan.
- Tahap III atau disebut juga tahap pendewasaan.
Penanaman eksplan harus dilakukan pada ruangan yang harus steril, dan eksplan juga dalam keadaan yang steril pula.  Penanaman dapat dilakukan pada ruangan tertutup atau ruangan penabur  dalam Laminar Air Flow (LAF).

ALAT DAN BAHAN
Alat     :
-Autoklaf
-Magig stirer
-Hot plate
- peralatan kaca/Glass Ware seperti (botol kultur, Erlenmeyer,petridish,gelas piala.)
-Peralatan penanaman (seperti pinset, scalpel)
-almunium foil,
-kertas paying,
-karet gelang,
-kertas merang,
-kertas pembungkus ,
-plastic seal.


Bahan             :
-Biji Nangka
-Unsur makro
-Unsur mikro
-Vitamin
-ETA
-Larutan KoH
-Hcl
-Hormon (auksin) 2,4
-Aquades

PROSEDUR KERJA
1.      Sterilisasi Alat
·         Dicuci bersih alat – alat yang akan disterilkan.
·         Dicuci autoklaf setelah itu ditambahkan air ke dalam autoklaf
               ( aquadest ).
·         Dimasukkan botol kultur ke dalam autoklaf.
·         Dimasukkan lagi alat alat yang lain seperti erlmeyer, gelas ukur, gelas piala, petridish, pipet pengaduk, pinset dan scapel.
·         Ditutup autoklaf lalu direbus selama 1 jam dengan tekanan 17,5 psi tetapi sebelum itu ditunggu autoklaf hingga panas.
·         Setelah 1 jam autoklafnya otomatis mati tetapi jangan langsung dibuka ditunggu dulu sampai tekanan turun hingga 10 psi.
·         Lalu autoklafnya dimasukkan kedalam ruangan.
·         Lalu dikeluarkan satu persatu kedalam keranjang dan sterilisasi selesai.

        2. Pembuatan media
a.       Menyiapkan aquades 870 ml
b.      menambahkan gula 30 gr
c.       tambahkan Myoqinositol 0,1 gr
d.      dilarutkan semua dengan menggunakan magig stirer
e.       setelah larut, larutan dibagi dalam 5 botol
f.       masukan hara mikro 2 ml pada setiap botol, vit 2 ml pada setiap botol,masukan Fe, ETA dan hormon tumbuh(auksin)
g.      ukur pH 5,6 – 5,8
h.      masukan agar 1,6 gr untuk 5 botol
i.        kemudian masak di atas Hotplate
j.        masukan ke botol kultur dan ikat dengan karet gelang.
3.    Sterilisasi Eksplan
·        Dicuci potongan organ yang akan dijadikan eksplan dengan air bersih selam 2 – 3 kali   lalu diletakkan didalam cawan petri atau erlenmeyer.
·         Ditimbang zat kimia yang akan digunakan, lalu dilarutkan aquadest steril dengan persentase yang dikehendaki.
·         Dibawa kedalam LAFC kedua bahan yang LAF terlebih dahulu dibersihkan dengan alkohol 96 %.
·         Dimasukkan potongan organ atau eksplan yang akan disterilkan dan dalam larutan pensteril samp[ai waktu yang dikehendaki. Erlenmeyer digoyang atau dishaker agar semua organ dapat kontak langsung dengan pensteril.
·         Dicuci eksplan dengan aquadest steril 2 – 3 kali kemudian dipotong kecil – kecil dengan ukuran 0,5 – 1 cm. Eksplan selanjutnya siap untuk ditanam.

4.  Penanaman Eksplan 
·         Disiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk penanaman eksplan.
·         Diambil potongan eksplan yang sudah siap untuk ditanam dengan pinset.
·         Dibuka botol kultur yang telah berisi media dan dibakar bagian mulut botol.
·         Diletakan eksplan kedalam media dengan hati-hati.
·         Botol ditutup dengan plastik dan di ikat menggunakan karet gelang.
·         Diletakan pada ruang inkubasi.
·         Diamati perkembangan eksplan.  




HASIL DAN PEMBAHASAN
 
Hasil
·         STERILISASI















Dari sterilisasi alat selama 1-2 jam 121 0C dapat dihasilkan alat-alat yang steril digunakan dan bebas dari kontaminasi seperti  peralatan kaca/Glass Ware seperti (botol kultur sebanyak 45 buah, Erlenmeyer,petridish,gelas piala) sehingga layak digunakan.
 
 







·        
Setelah melakukan pembuatan media serta sterilisasi media selama 30 menit  maka didapatkan media bersih berwarna putih tanpa kontaminasi sebanyak 45 media yang siap digunakan sebagai media tumbuh dari eksplan yang akan dipakai (biji nangka).
 
 
MEDIA
·         PENANAMAN EKSPLAN








 

 



 
 
























Eksplan yang telah ditanam dalam media  disimpan diruangan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kultur. Dan menunggu perkembangan pertumbuhan kalus.
 




PEMBAHASAN

Kultur jaringan merupakan salah satu teknik memperbanyak suatu tanaman dengan cara menanam sebagian kecil jaringan pada medium yang sudah dalam keadaan steril. Dalam melakukan proses kultur jaringan ada beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai hal ini penting karena menyangkut materi yang akan digunakan. Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai langkah yang dilakukan berikutnya adalah menentukan medium yang akan digunakan.( Nasir,2001)
Dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa sterilisasi yang dilakukan dilaboratorium dengan menggunakan autoklaf ini dikarenakan autoklaf merupakan alat untuk berbagai macam alat yang akan digunakan dalam percobaan kultur jaringan. Hal ini sesuai dengan literatur Gabriel (1988) yang menyatakan bahwa autoklaf merupakan alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam lingkup mikrobiologi.
Dari hasil percobaan, sterilisasi alat harus dilakukan dalam percobaan kultur jaringan untuk mencegah terjadinya kontaminasi yang dapat merusak kelangsungan percobaan yang dilakukan dilaboratorium. Hal ini sesuai dengan literatur Lay (1994) yang menyatakan bila alat yang dipakai tidak steril maka terjadi kontaminasi yanng dapat merusak kelangsungan kerja dilaboratorium tersebut.
Dari percobaan yang telah dilakukan untuk pensterilan ruangan seperti ruangan untuk penabur atau LAF (Laminar Air Flow) dilakukan dengan menggunakan lampu Ultraviloet (UV) selama ½ sampai 1 jam. Hal ini sesuai dengan literatur Zulkarnain (2009) yang menyatakan bahwa Laminar Air Flow (LAF) terlebih dahulu bagian dalam alat ini disemprot dengan alkohol 70 %. Setelah sterilisasi dengan alkohol, tutup LAF dan nyalakan lampu UV selama ½ sampai 1 jam. Setelah sterilisasi lampu UV pekerjaan dapat segara dimulai.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa media yang telah dibuat dan dimasukkan kedalam botol kultur ditutup dengan aluminium foil dan disterilisasikan dalam autoklaf pada suhu 121 ° C. Hal ini sesuai dengan literatur Mariska dan Sukmadjaja (2003) yang menyatakan bahwa sesudah masak media dimasukkan kedalam botol kultur sebanyak 10 – 20 ml/ botol dan ditutup aluminium foil atau kapas. Dalam hal ini kami menggunakan penutup plastik transparan yang diikat menggunakan gelang karet. Setelah itu, disterilisasi dengan autoclaf pada 121 ° C  selama 15 – 20 menit.
Sterilisasi eksplan pada percobaan ini dilakukan dengan menggunakan alkohol, clorox, dithane, dan betadine karena bahan – bahan kimia tersebut dapat membuat kondisi aseptik. Suatu bahan tanaman terutama permukaan luarnya yang kontak langsung. Hal ini sesuai dengan literatur Doneswamy (1983) yang menyatakan bahwa sterilisasi permukaan membuat kondisi aseptik suatu bahan tanaman. Bahan kimiawi yang diperlukan antara lain alkohol, Ca(Ocl)2), NaOCl yang dipasarkan dalam bentuk clorox, bayclean, dan bahan antibiotika seperti betadine.
Dalam penanaman, Disiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk penanaman eksplan.Diambil potongan eksplan yang sudah siap untuk ditanam dengan pinset. Dibuka botol kultur yang telah berisi media dan dibakar bagian mulut botol. Diletakan eksplan kedalam media dengan hati-hati. Botol ditutup dengan kertas aluminium foil dan diseal. Diletakan pada ruang inkubasi. Selanjutnya mengamati perkembangan eksplan.  


KESIMPULAN

1.      Sterilisasi alat dilakukan dilaboratorium dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121 ° C dan pada tekanam 17,5 psi selama 1 jam. Alat – alat yang disterilisasi adalah botol kultur, petridish, pipet tetes, stirer, erlenmeyer, pinset, scapel, gelas ukur, dan alat – alat lain yang diperlukan.Sterilisasi ruang penabur atau ruang tempat pekerjaan dengan menggunakan alkohol 96 %. Sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoklaf pada suhu    121 ° C dan pada tekanam 17,5 psi selama 30 menit.
2. Berdasarkan hasil pengamatan ,maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : penanaman eksplan dilakukan di LAF (Laminar Air Flow). Penggunaan alat sebelumnya sudah dalam keadaan steril. Penanaman dilakukan dengan cara mencelupkan scapel dan pinset ke dalam alcohol lalu dibakar pada nyala api Bunsen. Setelah itu baru digunakan untuk menanam.
3. penanaman media, dilakukan harus memperhatikan beberapa faktor untuk kelangsungan hidup eksplan. Dalam melakukan subkultur atau penanaman eksplan sebaik mungkin untuk menghindari untuk melukai eksplan ketika dipindahkan ke media baru. Tanaman yang di subkultur belum mengalami perubahan signifikan dalam pertumbuhannya.



 









DAFTAR PUSTAKA

http://incoffeegreen.blogspot.com/2012/06/kultur-jaringan-bagian-2-pembuatan.html

Comments

Popular posts from this blog

Evolusi ( Pro dan Kontra ?)

Evolusi Evolusi adalah proses perubahan seedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang lama. Dalam kajian biologi evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu  populasi   organisme  dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pengartian tersebut tentu kita dapat menarik kesimpulan bahwa proses evolusi adalah proses perubahan yang diturunkan, termasuk didalamnya variasi genetik dalam ruang lingkup suatu populasi tertentu. Sejarah evolusi sendiri bukanlah hal baru bagi dunia ilmiah jika dilihat kembali sejak abad ke-6 SM para ilmuan dan filsuf telah menyebut evolusi dengan berbagai pandangan yang berbeda-beda, barulah pada tahun 1859 Charles Darwin mengeluarkan buku yang kita kenal sekarang dengan judulnya the origin of species by means of natural selection, dalam buku tersebut banyak termuat bukti-bukti serta penjelasan terbuka dan mendetail mengenai evolusi, teori evolusi darwinpun diterima secara luas dikala itu. Darwin mungkin terk...

otaku dan anime

Sudah bukan rahasia umum lagi kalo si admin blog ini adalah seorang otaku, hehe sebuah julukan yang sebernanya tidak masuk akal untuk dibanggakan, tapi entah kenapa persepsi untuk otaku di negeri asalnya jepang bertolak belakang dengan persepsi untuk otaku di Indonesia, disini siapapun yang menyukai atau bisa dibilang jatuh cinta pada anime, manga dkk bangga menyebut dirinya sebagai otaku. Sedangkan di jepang otaku diasosiasikan dengan tingkah-tingkah menyimpang yang keterlaluan, seperti mengurung diri dalam kamar seharian hanya untuk menonton anime saja, menghabiskan uang hanya untuk membeli semua pernak pernik yang berhubungan dengan anime atau manga yang digemari, bahkan berlomba-lomba mencari keluaran edisi paling baru, yeah kedengarannya saja sudah mengerikan, jadi wajar saja kalau otaku dijepang dipandang buruk oleh masyarakat disana.  Yeah walau bagaimanapun, sebagai otaku atau bukan otaku toh menyukai anime itu sudah merupakan hobby sejak SMP, aku melewati sej...

see you in another odyssey

i think i should say goodbye  not to you, but to me me, that lived in those days  where the world had different color the world that had it own hustle where every steps that i took has it own melody, like a certain song  that bring memory to those time  and i know very well  nothing can replace a good friends , a good journey, a good experience, a good lesson even all those mistakes i must admit all of it is a beautiful painting of life goodbye, see you in another odyssey ~