LAPORAN
PRAKTIKUM
EKOLOGI
“Kontribusi Uca sp dalam ekosistem Manggrove
dan mineralisasi ekosistem pantai”

Disusun
oleh:
Kerenita
Timbangnusa
10310584
Dosen
pembimbing:
Prof.DR.Suddin
Simandjuntak,Drs.,MS
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MANADO
2011
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Ekosistem
manggrove, merupakan habitat bagi berbagai fauna, baik fauna khas manggrove
maupun fauna yang berasosiasi dengan manggrove. Fauna yang terdapat di ekosistem
manggrove merupakan perpaduan antara fauna ekosistem terestial,peralihan dan
perairan. Fauna terestial kebanyakan hidup di pohon manggrove, sedangkan fauna
peralihan dan perairan hidup di batang, akar manggrove dan kolom air. Fauna ini
menjadikan manggrove sebagai tempat tinggal, mencari makan, bermain atau tempat
berkembang biak.
Salah
satu spesies unik ekosistem manggrove
yang kita bahas kali ini adalah kepiting Uca, kepiting ini banyak ditemukan di
ekosistem manggrove. Kepiting Uca disebut kepiting Fidler mempunyai 97 spesies
yang tersebar di hutan bakau, rawa-rawa dan pada pantai berpasir atau berlumpur
barat Afika,Atlantik barat, Timur pasifik dan Indo pasifik. Mereka sering
ditemukan dalam jumlah besar,kepiting Uca dapat hidup dengan memakan alga,
bakteri dan tanaman rawa yang telah rusak.
1.2 rumusan masalah
- Bagaimana
kontribusi uca terhadap mangrove.
- Berapakah
frekuensi dan kepadatan relatif dari vegetasi tersebut
1.3
tujuan
1. Mengetahui kontribusi Uca sp dalam ekosistem
Manggrove serta hubungannya dengan mineralisasi ekosistem pantai.
2. mengetahui frekuensi
dan kepadatan relatif dari vegetasi tersebut
BAB
II
KAJIAN
TEORI
2.1 Uca sp
Uca sp
merupakan salah satu marga dari kelompok kepiting, Brachyura dan termasuk dalam
anak suku Ocypodinae dari anak filum Crustacea. Kepiting ini dikenal pula
dengan istilah “Fiddler Crab” ataupun
“Burrowing Crab”. Kepiting tersebut merupakan salah satu kelompok
organisme yang bersifat semi-terestial dengan aktivitas makan dan aktivitas
kehidupan lainnya terjadi pada saat air laut sedang surut. Pada sat air laut
pasang kepiting akan menempati liangnya yang kemudian ditutup dengan semacam
sumbatan dari lumpur(WOLFRATH,1992). Uca sp merupakan kelompok kepiting dengan
ciri khusus yaitu mempunyai perbedaan yang sangat kuat antara jantan dan
betina(sexual dimorphisme). Umumnya Uca sp mempunyai ukuran tubuh kecil,
sehingga secara ekonomis kurang mendapatkan perhatian, akan tetapi secara
ekologis kepiting dari marga Uca ini mempunyai arti yang sangat penting dalam
lingkungan yang ditempatinya,yaitu berkaitan dengan aktivitas meliang dan
mencari makannya.
ü Klasifikasi
dari Uca sp atau kepiting marga Uca menurut MARTIN & DAVIS(2001) adalah
sebagai berikut:
Filum : Artrhopoda
Anak Filum: Crustacea
Kelas :Malascostraca
Anak kelas: Eumalacostraca
Bangsa : Decapoda
Anak bangsa : Pleocyemata
Infra bangsa: Brahyura
Seksi : Eubrachyura
Anak seksi: Thoracotremata
Induk suku: Ocypodidea
Suku : Ocypodidae
Anak suku: Ocypodinae
Marga : Uca
2.2 hutan
mangrove
Hutan bakau atau hutan
mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan
dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh
khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan
mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang
surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan
dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove
mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor).
Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang
miskin oksigen atau bahkan anaerob.
2.3 Kepadatan (Densitas)
Kepadatan
populasi merupakan besaran atau ukuran banyaknya individu di dalamsuatu
populasi yang dihubungkan dengan satuan ruang atau tempat (Sehadi
danTjondronegoro 1989). Di dalam pengkajian suatu kepadatan seringkli merupakan
ciri populasi yang pertama-tama mendapat perhatian (Odum 1993). Pengaruh
populasiterhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada
kepadatan populasinya(Suhadi dan Tjondronegara, 1989).Kepadatan populasi juga
mempunyai ciri atau sifat yang berbeda-beda. MenurutOdum (1993), kepadatan
populasi mempunyai batas atas dan batas bawah pada suatu arealtitik di alam.
Batas atas dan batas bawah dari kepadatan populasi ditentukan oleh arusenergi
(produktivitas) dan ekosistem, ke dalam mana organisme tersebut tergolong
dan besar laju organisme tersebut. Apabila kepadatan spesies titik pada
tingkat titik telahmampu melampaui batas maka spesies itu bermigrasi dengan
epat ( Nyabakken, 1988).
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan pada praktikum kali ini adalah teknik
survey yaitu dengan mencari lokasi yang tepat dan mewakili uca sp dan kawasan
mangrove yang ada di suatu daerah, sedangkan pengumpulan data digunakan metode
kuarter.
3.2 waktu
dan tempat
Tempat
praktikum dilaksanakan di Likupang (batu woka), kabupaten minahasa utara, provinsi Sulawesi Utara. Pada Hari Jum’at s/d sabtu tanggal 25-26 MEI
2012.
3.3
alat & bahan
1. tali
2.meter
3.pisau/parang
4.sekop
5.teropong
6.kaca pembesar
7. alkohol
8.botol
9.termometer
10. kompas
11altimeter
12. soil tester
3.4
Cara kerja
1. Tahap Persiapan
Tahap
Persiapan dilakukan observasi untuk
menentukan pantai-pantai yang perirannya surut, yaitu pada sore hari untuk
mempermudah pengambilan sampel. Karena pada sore hari air laut mulai surut,
setelah itu dilakukan persiapan alat dan bahan .Tempat pengambilan sampel
ditentukan berdasarkan kondisi perairan pantai(topografi) yang surut. Daerah
yng ditetapkan sebagai lokasi pengambilan sampel adalah bibir pantai.
Pembuatan bentangan jalur dengan menggunakan tali rafia dengan kuadrat
berukuran 10 x 10 m.
2.Pengambilan
sampel
Pengambilan sampel dilakukan pada pagi dan
malam hari pada waktu air surut. Pengambilan sampel dilakukan di setiap
kuadarat pengamatan yang berukuran 10 x 10 m.
3. dilakukan pengukuran
suhu,kelembaban dan pH.
BAB IV
HASIL
PENGAMATAN
Jumat 25 mei
2012
Jam:21.00pm
Suhu:32,7°c
Suhu tanah:
32,2°c
|
JENIS/SPESIES
|
JUMLAH
|
|
Uca
|
78
|
|
Belut
|
1
|
|
Kepiting
|
50
|
|
Bilolo
|
10
|
|
|
139
|
Sabtu,26 mei 2012
Suhu
tanah : 29,6 ˚C
Suhu
udara : 29,8 ˚C
|
JENIS/SPESIES
|
Jumlah
|
|
Uca
|
45
|
|
Belut
|
-
|
|
Kepiting
|
20
|
|
Bilolo
|
5
|
|
Jumlah
|
70
|
Siang
hari
Suhu
tanah : 37,3 ˚C
Suhu
udara : 35,7 ˚C
JENIS/SPESIES
|
Jumlah
|
|
Uca
|
34
|
|
Belut
|
-
|
|
Kepiting
|
40
|
|
Bilolo
|
37
|
|
Jumlah
|
111
|
3.2 Pengolahan Data
Ditanya
:
A. Kepadatan
B. Kepadatan
relatif
C. Frekueunsi
D. Frekuensi
relatif
Penyelesaian
:
A. Kepadatan
Di = ni/A
Ket:
Di = Kepadatan spesies
Ni = Tumlah total spesies
A = luas total yang di sampling
·
BAB V
PEMBAHASAN
Sebuah kepiting fiddler, kadang-kadang dikenal sebagai kepiting
menelepon, mungkin salah satu dari sekitar 100 jenis semi-terestrial laut kepiting yang membentuk genus Uca. Sebagai anggota
keluarga Ocypodidae , kepiting fiddler yang paling erat hubungannya
dengan hantu kepiting dari genus Ocypode ..
seluruh kelompok Ini terdiri dari
kepiting kecil - yang terbesar yang sedikit lebih dari dua inci. Kepiting
fiddler ditemukan di sepanjang pantai laut dan lumpur payau pasang surut,
laguna dan rawa.

Seperti semua kepiting, kepiting
fiddler gudang cangkangnya saat mereka tumbuh. Jika mereka telah kehilangan
kaki atau cakar selama siklus pertumbuhan mereka saat ini, yang baru akan hadir
saat mereka ganti kulit Jika cakar biola besar hilang, pria akan mengembangkan
satu di sisi berlawanan setelah meranggas berikutnya. Kepiting yang baru berganti kulit sangat rentan karena kulit lembut mereka.
Mereka tertutup dan bersembunyi sampai shell baru mengeras.
Siklus Hidup
Kepiting fiddler hidup lebih singkat tidak lebih dari dua tahun (sampai
tiga tahun di penangkaran). Selama pacaran, jantan melambaikan cakar besar
mereka tinggi di udara dan menekan mereka di lapangan dalam upaya untuk menarik
betina. Perkelahian antara pria juga akan terjadi, yang mungkin dimaksudkan
untuk mengesankan para wanita, jika laki-laki kehilangan cakar yang lebih
besar, yang lebih kecil akan mulai tumbuh lebih besar dan cakar hilang akan
diperbarui menjadi cakar (kecil) baru. Setidaknya beberapa spesies kepiting
fiddler, bagaimanapun, cakar kecil tetap kecil, sementara melahirkan kembali
cakar yang lebih besar selama beberapa molts, menjadi sekitar setengah ukuran
semula setelah meranggas pertama. Para pemain biola wanita membawa
telur-telurnya di bagian bawah tubuhnya.Dia tetap dalam liang nya selama
periode kehamilan dua minggu, setelah itu ia memberanikan diri untuk melepaskan
telur-telurnya ke dalam air pasang surut. Larva tetap plankton selama dua
minggu lebih lanjut.
kepiting Fiddler seperti Uca mjobergi telah ditunjukkan untuk menggertak
tentang kemampuan mereka berkelahi.Setelah regrowing cakar hilang, kepiting
kadang-kadang akan tumbuh kembali cakar lemah yang tetap mengintimidasi
kepiting dengan cakar yang lebih kecil tetapi kuat. Ini adalah contoh dari tidak jujur sinyal .
Ekologi
Ditemukan di hutan bakau , di
rawa-rawa garam, dan pada berpasir atau berlumpur pantai dari Afrika Barat , yang Atlantik Barat , para Pasifik Timur dan Indo-Pasifik , kepiting
fiddler mudah dikenali oleh cakar mereka khas asimetris.
Kepiting
fiddler berkomunikasi dengan urutan gelombang dan gerak tubuh yang jantan
memiliki cakar besar atau cheliped; digunakan dalam bentrokan pertempuran
ritual pacaran untuk betina dan sinyal menarik perhatian mereka antara individu
sejenis. Gerakan cakar kecil dari tanah ke mulut selama makan menggaris bawahi
nama umum kepiting '; tampak seolah-olah binatang itu sedang bermain cakar yang
lebih besar seperti biola.
Peran dalam ekosistem
Cakar kepiting
lebih kecil mengambil sepotong sedimen dari tanah dan membawanya ke mulut,
dimana isinya menyaring (membuat kepiting detritivore ). Setelah
apa yang dimakan didapatkan, baik itu ganggang , mikroba , jamur , atau
membusuk lain detritus , sedimen
diganti dalam bentuk bola kecil.. Kehadiran bola sedimen dekat pintu masuk ke
liang adalah indikasi yang baik dari pendudukannya. Beberapa ahli percaya bahwa
kebiasaan makan kepiting fiddler memainkan peran penting dalam pelestarian
lingkungan lahan basah; oleh menyaring pasir, mereka menganginkan substrat dan
mencegah kondisi anaerobik.Kepiting Fiddler makan lapisan
tipis detritus pada butiran pasir.Mereka sendok pasir ke mulut mereka dengan
penjepit makan kecil yang berbentuk sendok dan dibatasi dengan rambut. Para bulu-seperti mulut mengikis butiran pasir
yang bersih dari setiap titbits dimakan. Sebuah kepiting fiddler laki-laki
tidak bisa makan dengan menjepit besar dan hanya memiliki satu menjepit makan
jauh lebih kecil. Wanita, bagaimanapun,
memiliki dua penjepit makan dan dengan demikian dapat memberi makan lebih
cepat. Kepiting Uca merupakan detritivor. Caputnya yang kecil mengambil
sepotong sedimen dari tanah dan membawanya kemulut, kemudian menyaringnya.
Setelah didapatkan baik itu ganggang,mikroba,jamur dan detritus membusuk
lainnya. Sedimen dikeluarkan dalam bentuk bola-bola kecil. Beberapa ahli
percaya bahwa kebiasaan makan kepiting uca tersebut memainkan peranan penting
dalam pelestarian lingkungan lahan bakau,karena tanah menjadi teraduk dan
mencegah kondisi anaerobik. kepiting uca dimakan oleh banyak binatang lebih
tinggi dalam rantai makanan. Kingfisher ini adalah salah satu burung yang
mungkin makanan ringan pada mereka.
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
kebiasaan makan
kepiting uca memainkan peranan penting
dalam pelestarian lingkungan lahan bakau,karena tanah menjadi teraduk dan
mencegah kondisi anaerobik. Dengan
demikian peranan Uca sp sangatlah penting bagi ekosistem bakau.
DAFTAR
PUSTAKA
Comments
Post a Comment