Sudah
lumayan lama sejak terakhir kali ngepost yah ^_^ walau mungkin intervalnya
hanya beda beberapa hari atau minggu(?) ehmm..warna yang paling kusuka hijau! atau bisa dibilang sesuatu yang sering sekali nampak dalam pikiranku adalah
sosok yang berwarna hijau ini, tumbuhan. Setiap kali berbicara mengenai hal
lain selain topik lebay mengenai curhat kisah one sidedku, tumbuhanlah yang
paling ramah dan sering muncul -_- hmm, natural..tanah, hijau, rerumputan,
coklat, lumpur, air, menatap mereka, hirup aroma alamiah bentangan alam yang
luas ini, selalu membuatku terpaku lama. Selama kurang lebih 4 tahun menikmati
suguhan pemandangan berbeda yang dipenuhi warna hijau, mengisyaratkanku betapa
aku akan merindukan mereka suatu hari nanti, tak salah kini didetik-detik hari
itu semakin mendekat, setidaknya aku pernah menghirup aroma yang sama dengan
apa yang mungkin kurindukan nanti, aku pernah melewati jalan yang mungkin kan
kurindukan suatu hari nanti. bahkan jejak mentari pagi yang ingin kukejar
setidaknya aku pernah melihatnya sekali, ingin sekali lagi menjadikan itu
memori untuk yang terakhir kalinya tapi, tak semua hal yang kita harapkan bisa
terwujud begitu saja bukan? tidak perduli seberapa keras kepalanya rencana
kita, arah kedepan bukanlah sesuatu yang berasal dari keinginan kita sendiri,
karena yang terbaik adalah milikNya, dariNya dan bagiNya. Sesuatu yang terlihat
tak sesuai harapan sebernanya menyimpan kejutan yang lain, dan kita hanya bisa
Percaya, karena Dia itu terlampau baik. Melihat kebelakang jejak-jejak kaki
kumelangkah selama ini, seseorang yang bodoh dan tak cukup menyayangi diri
sendiripun masih memiliki tempat dihatiNya. :) seseorang yang egois
sepertiku, yang hampir dibenci semua orang. Oke, saya adalah orang yang
menyebalkan xD :'(, maaf bagi yang mengetahui dan merasakannya, juga buat yang
tidak mengetahuinya dan tidak pula merasakannya hehehe, jangan-jangan karena
itu, aku merasa lebih nyaman dengan tumbuhan?? o.0) wew...*geleng-geleng
kepala*
Sebulan
yang lalu, mengukir langkahku dipagi hari nan cerah untuk mengejar sang mentari
pagi diujung jalan melihat kerumah (ehmm,,secara
harafiah bukan jalan menuju kerumah, hanya melihat arah rumah dari kejauhan
=_=)
Tersadar
banyak hal yang berubah, kala sinar mentari yang kuharapkan tak terlihat
seperti yang kuduga, kala orang yang selalu berada dikepalaku pun masih tetap kurindukan,
ketika semua hal yang terjadi secara harafiah membuatku kecewa! aku juga melihat
pemandangan yang belum pernah kulihat, melihat orang – orang yang belum pernah
kulihat, melihat bunga-bunga indah yang belum pernah kulihat, menyapa embun
yang belum pernah kusapa. Hey, ketika semua hal terlihat mengecewakan sebernanya
Tuhan memberikan gantinya, sesuatu yang semurah mengucap syukur. Mengucap syukur
atas segalanya, nafas, kehidupan, angin, sahabat, sawah, pagi, keramahan,
matahari, senyum, perjuangan, sepeda, jalan, tawa, bunga, rerumputan, danau,
perahu, keluarga, dan hari yang indah :). Thanks to the Lord.

Comments
Post a Comment